BPN mengatakan bahwa yang memasang baliho berisi foto dan nama Gatot Nurmantyo adalah relawan mereka di Solo.
- Wahyu
- Senin, 14 Januari 2019 - 09:37 WIB
WowKeren - Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo marah besar mengetahui foto dan nama dirinya termuat dalam baliho yang dipasang oleh tim Badan Pemenangan nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bagaimana tidak, pencatutan nama tersebut dilakukan oleh BPN tanpa meminta izin ke dirinya.
Gatot mengatakan bahwa dirinya tidak tahu menahu soal itu. Dalam keterangan tertulis yang ia sampaikan melalui akun Twitter miliknya, Gatot meminta agar fotonya dari baliho Prabowo-Sandiaga diturunkan secepatnya.
Terkait hal ini, BPN akhirnya menyampaikan permintaan maaf mereka pada Gatot. Salah satu anggota BPN, Ferdinand Hutahaean, mengatakan bahwa baliho tersebut dipasang oleh salah satu relawan yang ada di Solo. Yang mana hal ini tidak pernah terpikirkan akan menimbulkan protes.
"Kami juga meminta maaf kepada Jenderal Gatot atas tindakan kawan-kawan dan sahabat kami di lapangan," terang Ferdinand dilansir dari CNN Indonesia pada Senin (14/1). "Yang memang mereka tidak menyadari dan menduga bahwa itu menimbulkan protes."
Relawan Prabowo-Sandiaga yang ada di Solo meyakini bahwa Gatot berada di garis perjuangan yang sama, meskipun mantan Panglima TNI itu tidak bergabung dengan kubu Paslon nomor urut 02. Oleh sebab itu, mereka memutuskan untuk memakai foto Gatot.
Terkait permintaan Gatot untuk menurunkan baliho, BPN memastikan bahwa pihaknya sudah memenuhinya. Ferdinand menambahkan bahwa pihaknya tetap menghormati Gatot, sehingga timnya akan berusaha menurunkan foto mantan Panglima TNI itu dari seluruh baliho yang terpasang.
"Kami hormati sikap Pak Gatot," lanjut Ferdinand. "Kami sudah perintahkan untuk menurunkan foto Pak Gatot dari seluruh (baliho yang terpasang), kalau masih ada yang lain."
Sebelumnya, pihak BPN sudah pernah menanyakan kepada Gatot perihal pilihannya akan mendukung Paslon nomor urut 01 atau 02. Ferdinand mengatakan bahwa pihaknya telah berusaha melakukan pendekatan pada Gatot.
Sebab menurutnya, eks Panglima TNI itu memiliki pemikiran yang sama dengan Paslon nomor urut 02. Namun, waktu itu Gatot measih belum bisa memberikan keputusan kubu mana yang akan ia pilih.
"Sebelumnya sudah ada komunikasi yang dilakukan beberapa elite BPN," terang Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum Demokrat itu. "Ya tapi beliau (Gatot) merasa belum waktunya mengambil posisi di 01 atau 02, kami hargai."
(wk/wahy)