Angka penjualan PT Hero Supermarket yang terus menurun membuat perusahaan ini harus memangkas biaya operasional mereka.
- Wahyu
- Senin, 14 Januari 2019 - 14:50 WIB
WowKeren - Salah satu supermarket besar dengan gerai tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, PT Hero Supermarket terpaksa harus memulangkan para pekerjanya. Sebanyak 26 gerai Hero dan Giant terpaksa harus ditutup. Akibatnya, perusahaan ini harus memangkas sebanyak 523 karyawannya.
Penutupan gerai milik PT Hero Supermarket tersebut diakibatkan karena menurunnya hasil penjualan akhir-akhir ini. Per 28 September, dikatakan penjualan bisnis PT Hero Supermarket menurun enam persen dibanding tahun sebelumnya.
Hal itu diungkapkan oleh General Manajer Affairs PT Hero Supermarket, Tony Mampuk. Ia mengatakan, kerugian enam persen tersebut jika diuangkan nilainya mencapai Rp163 miliar, yang mana menurutnya angka ini jauh lebih buruk dibanding tahun sebelumnya.
"Akibatnya kami mengalami kerugian operasional sebesar Rp 163 miliiar," kata Tony dilansir Tribunnesw pada Senin (14/1). "Dan angka ini jauh lebih buruk ketimbang kerugian ditahun sebelumnya."
Toni menjelaskan bahwa pada dasarnya pendapatan perusahaan masih bisa tertolong berkat bisnis non makanan, Guardian dan IKEA. Namun, keuntungan yang didapat dari kedua sektor tersebut tidak mampu menutup fakta bahwa bisnis makanan mengalami kerugian.
Kerugian yang diderita akibat merosotnya penjualan makanan memberikan dampak yang cukup besar pada keuangan perusahaan. Oleh sebab itu menurut Tony, harus dilakukan penekanan biaya operasional terhadap gerai-gerai yang mengalami kerugian. Salah satunya dengan memulangkan pekerja di sana.
"Oleh karena itu, mau tidak mau harus dilakukan efisiensi," jelas Tony. "Salah satunya mengurangi beban operasional terhadap toko-toko yang merugi."
Pemangkasan sejumlah karyawan diharapkan mampu mengembalikan efisiensi perusahaan. Sebab jika tidak, biaya operasional akan semakin membengkak yang mana hal ini tidak sejalan dengan penjualan yang kian memburuk.
Toni beranggapan bahwa langkah tersebut harus diambil untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Semakin besar kerugian yang dialami oleh perusahaan, maka akan semakin besar pula karyawan yang akan merasakan dampaknya.
"Jika hal tersebut terjadi," imbuh Tony. "Maka pada akhirnya akan lebih banyak lagi karyawan yang mungkin akan merasakan dampaknya."
Dari beberapa gerai yang ditutup, sebagian merupakan gedung milik sendiri. Saat ini, masih dilakukan pembahasan akan digunakan untuk apa gedung itu nantinya.
Terkait gerai yang ditutup untuk gedung yang kita sewa akan dikembalikan ke pemiliknya," tambah Tony. "Namun yang milik sendiri masih dalam pembahasan secara internal."
(wk/wahy)