Jelang Pemilu, Facebook Punya Cara Jitu Bantu Tangkal Penyebaran Hoaks
Tekno

Facebook mengandalkan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi akun palsu.

WowKeren - Media sosial menjadi salah satu yang sangat berpotensi dijadikan sebagai sarana untuk menyebar hoaks. Apalagi menjelang Pilpres, hoaks semakin marak ditemukan misalnya saja di Facebook.

Untuk mendukung jalannya gelaran Pilpres di Indonesia, Facebook berupaya untuk menekan persebaran hoaks yang ada. Salah satu cara yang dilakukan Facebook adalah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk memeriksa fakta. Beberapa diantaranya yakni Tirto.id, AFP, Liputan6, Kompas, Tempo, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).


Tim pemeriksa fakta akan mengidentifikasi suatu berita. Jika ditemukan adanya unsur hoaks, maka selanjutnya Facebook akan meminimalisir penyebaran berita tersebut di News Feed sehingga potensi berita tersebut untuk terbaca bisa diturunkan hingga delapan puluh persen.

Hal itu diungkapkan oleh Facebook Election Integrity Efforts Katie Harbath saat melakukan jumpa pers di Jakarta pada Senin (21/1). "Kami menurunkan potensinya untuk terbaca hingga delapan puluh persen," ungkap Katie.

Halaman yang kerap membagikan konten berita hoaks juga akan dikurangi penyebarannya. Tak hanya itu, Facebook juga akan mencabut kewenangan mereka untuk beriklan.

"Halaman dan domain yang kerap kali membagikan berita palsu juga akan dikurangi penyebaran beritanya," kata Katie di jakarta pada Senin (21/1). "Dan kemampuan mereka untuk monetize dan beriklan akan dihilangkan."

Namun, jika ternyata ada akun lain yang sudah terlanjur mengunggah berita bohong tersebut, maka Facebook akan mengirimkan notifikasi. Notifikasi akan meminta akun untuk menghapus berita bohong yang sudah diunggahnya. "Langkah ini akan mengurangi materi yang didapat penyebar hoaks," lanjut Katie.

Komitmen Facebook untuk menekan persebaran hoaks juga dilakukan dengan penghapusan lebih dari 700 juta akun palsu pada kuartal pertama 2019. Dengan kecerdasan buatan yang dimilikinya, Facebook mampu mengidentifikasi keberadaan akun palsu.

Tak cukup sampai di situ, media sosial yang satu ini juga berupaya meningkatkan transparansi terkait iklan. Dengan adanya transparansi tersebut, pengguna bisa melihat siapa pengiklan di balik suatu postingan atau halaman yang berhubungan dengan Pemilu.

You can share this post!

Related Posts
Loading...