Kerusuhan yang terjadi di Masjid Jogokariyan Yogyakarta turut mengundang perhatian Majelis Ulama Indonesia.
- Silmi Amalia Fidareni
- Selasa, 29 Januari 2019 - 14:37 WIB
WowKeren - Kerusuhan yang terjadi di depan Masjid Jogokariyan Yogyakarta pada Minggu (27/1) kemarin mengundang perhatian sejumlah pihak. Diketahui, kerusuhan yang terjadi ditengarai karena ada ketegangan yang terjadi antara ratusan massa pendukung partai dengan Pemuda Masjid Jogokariyan.
Kasus ini sudah mendapatkan perhatian dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pihak MUI menduga ada provokator dalam kejadian ini. "Yang jadi provokator harus diusut supaya ketahuan pelakunya," tutur Ketua Bidang Infokom MUI KH Masduki Baidlowi kepada wartawan, Senin (28/1). "Polisi cepat, tegas, siapa oknum itu."
Di sisi lain, takmir Masjid Jogokariyan telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait hal ini. Takmir masjid juga memberikan penjelasan mengenai kronologi kejadian kerusuhan hingga akhirnya diputuskan untuk berdamai.
Pernyataan resmi ini disampaikan melalui akun Twitter Salim A. Fillah. Penulis buku asal Yogyakarta ini membagikan tangkapan layar berupa pernyataan resmi dari takmir termasuk surat perjanjian damai yang ditandatangani oleh Ketua Takmir Masjid Jogokariyan dan Ketua DPC PDIP Mantrijeron, Junianto.
Klarifikasi Kejadian di Masjid @jogokariyan Ahad Sore yang lalu; kami sampaikan sebagai pernyataan resmi Takmir Masjid Jogokariyan. Bagi Shalih(in+at) yang merasa perlu untuk menyebarluaskan skrinsyut di bawah ini, kami persilakan.🙏 pic.twitter.com/9ghUg8ekf0
— Salim A. Fillah (@salimafillah) 28 Januari 2019
Dalam klarifikasi tersebut dikatakan bahwa pada Minggu (27/1) tersebut, Masjid Jogokariyan tengah mengadakan rangkaian acara untuk Pemilihan Takmir Masjid Jogokariyan. Namun, usai pembagian paket sembako, sekitar pukul 16.05 WIB, warga dikejutkan dengan aksi pelemparan ke arah masjid. Aksi tersebut dilakukan oleh konvoi massa PDIP sambil menggeber suara bising motornya.
Mendapati kerusuhan tersebut, warga Jogokariyan lantas keluar untuk menghalau massa konvoi. Lantas, Takmir masjid beritikad baik menyambut inisiatif mediasi dari Kapolsek Mantrijeron dan Danramil Mantrijeron di Kecamatan Mantrijeron.
Diwakili oleh Ketua Takmir, yakni H.M Fanni Rahman, mediasi tersebut membuahkan kesepakatan dengan tokoh PDIP, Junianto. Ia telah meminta maaf kepada pihak masjid dan menyatakan sanggup mendatangkan saudara Kristiono alias Kelinci selaku provokator dan penggerak aksi penyerangan untuk meminta maaf kepada pihak masjid.
Seperti diketahui, aksi kerusuhan yang terjadi di Masjid Jogokariyan ini dinilai bersifat spontan. Pihak masjid juga tak ingin insiden ini dipolitisasi.
(wk/silm)