Kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, mengungkapkan hubungan kliennya dengan tim sukses Prabowo-Sandi.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 01 Februari 2019 - 10:29 WIB
WowKeren - Tersangka kasus hoaks, Ratna Sarumpaet, baru saja kembali ke rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya setelah sempat diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, Ratna ditemani oleh putrinya Atiqah Hasiholan, serta kuasa hukumnya Insank Nasruddin.
Kuasa hukum Ratna pun mengungkapkan hubungan kliennya dengan tim sukses Prabowo Subianto. Ratna sendiri diketahui merupakan salah satu pendukung Prabowo yang setia.
Menurut Insank, Ratna tidak pernah dibesuk oleh tim Prabowo selama ditahan di Polda Metro Jaya. Diketahui, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno memang telah memberhentikan Ratna sebagai juru kampanye nasional.
"Pada prinsipnya timses itu enggak ada," tutur Insank di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/1). "Tidak ada yang menjenguk."
Kasus yang menjerat Ratna sendiri bermula saat ia mengaku dianiaya oleh orang tak dikenal pada Prabowo. Namun kemudian aktivis ini mengakui bahwa kabar tersebut merupakan hoaks dan wajahnya lebam lantaran operasi plastik.
BPN Prabowo-Sandi pun mengaku bahwa kebohongan Ratna merupakan inisiatif pribadinya sendiri. Pihak timses tidak tahu menahu soal kebohongan yang dikarang oleh ibunda Atiqah tersebut.
Menurut Juru Bicara BPN, Dahnil Anzar, Prabowo adalah pribadi yang selalu berbaik sangka pada orang lain. Oleh sebab itu, Prabowo langsung mengambil sikap kala mendengar kabar penganiayaan Ratna. "Pak Prabowo, para tokoh, semuanya menjadi korban kebohongan tersebut," tutur Dahnil pada 3 Oktober 2018 lalu.
Beberapa politikus dari kubu Prabowo juga sempat menyuarakan kebohongan tersebut sebelum akhirnya diklarifikasi oleh Ratna. Beberapa di antaranya adalah Rachel Maryam, Fadli Zon, hingga sang juru bicara BPN sendiri.
Ratna pun mengakui kebohongannya pada 3 Oktober 2018. Ia menjelaskan bahwa ia menjalani operasi bedah plastik pada 21 September 2018.
Ia mengaku berbohong pada Prabowo dan merasa bersalah karena telah mengkhianati kepercayaan Ketua Umum Gerindra tersebut. Dalam jumpa pers tersebut Ratna juga menjelaskan bahwa terdapat kebodohan dalam dirinya.
(wk/Bert)