Kubu Prabowo Tanggapi 'Serangan' Soal Antek Asing: Woles Aja Pak Jokowi
Instagram/indonesiaadilmakmur
Nasional

Jokowi dalam pidatonya menyindir kubu Prabowo yang memakai jasa konsultan asing.

WowKeren - Dalam pidatonya di Jawa Timur dan Jawa Tengah belum lama ini, ada kesan berbeda dari pidato presiden Joko Widodo alias Jokowi. Tak seperti sebelumnya, dalam pidatonya itu Jokowi melontarkan pernyataan untuk menangkis serangan lawan politik yang ditujukan kepadanya.

Seperti tudingan bahwa dirinya merupakan antek asing. Dengan tegas, Jokowi menjawab semua itu dengan mengatakan bahwa justru kubu sebelah lah yang memakai jasa konsultan antek asing. Menurut Jokowi, hal itu bisa menimbulkan rakyat khawatir dan berpotensi menyebabkan perpecahan.


"Yang dipakai konsultan asing," kata Jokowi di Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (3/2). "Nggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, nggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, ini membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut, nggak peduli."

Terkait hal ini, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno angkat bicara. Juru Bicara Badan Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandiaga Dahnil Anzar Simanjuntak meminta agar Jokowi lebih santai dalam berpidato.

"Woles aja Pak Jokowi," kata Dahnil dilansir dari detikcom pada Senin (4/2). "Kami hadapi semuanya dengan senyuman kok, nggak pakai menuduh-nuduh."

Dahnil tak sepakat jika Jokowi menyebut kubu Prabowo melakukan kampanye ala asing. Sebab menurutnya, selama ini Prabowo melakukan kampanye dengan turun langsung ke lapangan menemui masyarakat. Dari situ, Prabowo bisa memahami secara langsung apa yang menjadi permasalahan rakyat. Sehingga, Capres nomor urut 02 tersebut bisa memberikan solusi yang tepat.

"Kampanye Pak Prabowo selalu dilengkapi dengan penjabaran masalah hasil menyimak dan berpikir bersama rakyat," terang Dahnil. "Yang kemudian kami menawarkan solusi terhadap masalah-masalah kebangsaan tersebut, jadi untuk menyelesaikan masalah kebangsaan ya harus paham masalah."

Hal senada juga diungkapkan oleh juru bicara BPN yang lain, Suhud Aliyudin. Suhud meminta agar pihak Jokowi tidak bersikap playing victim. Sebab menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini sudah cerdas untuk memilih pemimpin mana yang benar-benar memiliki kapasitas untuk memerintah Indonesia.

"Kami sarankan jangan bermain playing victim, sudah basi," kata Suhud dilansir detikcom pada Senin (4/2). "Rakyat sudah cerdas. Lebih baik kampanyekan saja keberhasilan kerja pemerintah jika memang ada."

You can share this post!

Related Posts
Loading...