Pengamat Transportasi Minta Presiden Selanjutnya Stop Bangun Jalan Tol di Jawa
Nasional

Pengamat transportasi, Dharmaningtyas, menilai bahwa Tol Trans Jawa sudah mencukupi kebutuhan infrastruktur darat.

WowKeren - Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla memang menggalakkan pembangunan infrastruktur, terutama jalan tol. Jokowi diketahui berniat untuk terus memperpanjang ruas jalan tol di Indonesia.

Meski demikian, pengamat transportasi, Dharmaningtyas, meminta agar Presiden Indonesia yang terpilih selanjutnya untuk berhenti membangun jalan tol di Pulau Jawa. Pasalnya, ia menilai bahwa Tol Trans Jawa yang sudah ada kini sudah mencukupi kebutuhan transportasi darat di Pulau Jawa.


"Saya kira salah satu keberhasilan Jokowi adalah menyelesaikan pembangunan Tol Trans Jawa," tutur Dharmaningtyas pada Jumat (15/2). "Oke itu kita apresiasi, tapi saran saya stop pembangunan tol di Jawa."

Dharmaningtyas menjelaskan bahwa Pulau Jawa adalah salah satu lumbung pangan Indonesia. Sehingga pembangunan infrastruktur jalan tol yang terus berlanjut dapat menggerus lahan produktif milik para petani.

"Kalau tanah-tanah di Jawa habis untuk membangun tol," tutur Dharmaningtyas. "Maka akan jadi problem ke depan soal cadangan pangan dan air baku."

Tak hanya itu, Dharmaningtyas juga menyarankan agar pemerintahan selanjutnya lebih berfokus pada pembangunan infrastruktur di laut. Khususnya pelabuhan-pelabuhan rakyat.

"Selama ini kan hanya di pelabuhan besar, tapi pelabuhan kecil yang pelayarannya itu dilayani rakyat relatif masih banyak tertinggal," jelas Dharmaningtyas. "Contohnya di Kali Anget, Dongkek. Itu menghubungkan antar pulau, tapi pelabuhannya tidak layak."

Diketahui, Jokowi mengaku telah menargetkan Indonesia memiliki 1.854 kilometer jalan tol hingga akhir 2019. Hingga akhir 2018 kemarin, pemerintah telah berhasil membangun dan mengoperasionalkan 782 kilometer selama empat tahun.

Kritik pun kerap berdatangan atas pembangunan infrastruktur tersebut. Pihak Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, menilai pembangunan tol Trans Jawa tidak terlalu memberikan efek untuk perekonomian Indonesia.

Tak hanya itu, tarif tol juga dinilai terlalu mahal. Tarif tol Trans Jawa bahkan disebut paling mahal di antara negara ASEAN atau Asia Tenggara.

You can share this post!

Related Posts