Pakar genetika Dokter Helena Suryadi menjelaskan mengenai tes DNA yang dilakukan oleh Denny Sumargo.
- Intan Novela Setya Monikasari
- Rabu, 06 Maret 2019 - 08:10 WIB
WowKeren - Konflik antara Denny Sumargo dengan DJ Verny Hasan pada tahun 2013 silam kembali ke permukaan usai tersebarnya bukti tes hasil DNA. Dalam hasil akhir tes tersebut, Denny dinyatakan tidak terbukti sebagai ayah biologi putri DJ Verny, Allesa Anjani.
Pada tahun 2013 silam, DJ Verny mengaku telah dihamili oleh Denny. Namun mantan tunangan Dita Soedarjo itu membantah tegas. Meski dibantah DJ Verny tetap mempertahankan kandungannya hingga ia melahirkan.
Namun DJ Verny masih pada pendiriannya jika Denny memang ayah biologi Allesa. Ia juga mengaku meminta tes DNA ulang yang sayangnya malah menuai caci maki netter.
Permintaan DJ Verny itu pun disanggupi juga oleh Denny. Mantan kekasih Agnes Monica ini bahkan mempersilahkan ibu Allesa itu untuk memilih rumah sakit mana yang akan digunakan untuk tes DNA.
"Saya bilang, 'Lah gimana, gue bilang cepat cari rumah sakit yang kau mau mana. Biar selesai masalahnya'," kata Denny saat diwawancarai belum lama ini. "Saya kasih waktu buat nentuin (tempat) juga dia enggak nentuin, terus saya kasih rekomendasi ada lembaga Eijkman, Prodia, supaya terpercaya, hasilnya juga valid. Soalnya kayak gitu sensitif."
Sementara itu, dilansir dari detikHealth, pakar genetika dari Eijkman Institute mengatakan tes yang dilakukan Denny tersebut memiliki akurasi tinggi. Tes DNA sendiri dilakukan untuk menemukan bukti pewarisan genetik dengan membandingkan pola DNA anak dengan terduga ayah.
Dokter Helena Suryadi, MS, Wakil Kepala Laboratorium DNA Forensik Lembaga Biologi Molekuler Eijkman menyebut jika tes yang dilakukan Denny memiliki akurasi mencapai 99,999 persen. "Kalau masing-masing cocok, maka 99,999 persen adalah anak biologis," kata Dokter Helena.
Namun pada kasus Denny ini, hasil dalam tes DNA itu tidak mencapai angka yang telah dipersyaratkan. Dokter Helena juga menjelaskan jika dalam tes ini hasil yang didapat hanya "cocok" serta "tidak cocok".
Dalam tes tersebut tidak ada bagian abu-abu sehingga kecermatannya bisa dikatakan sangat tinggi. "Kalau ada 3 saja yang tidak cocok, sudah bukan anak biologis," pungkas Dokter Helena.
(wk/inta)