Wasekjen PD Rachland menegaskan foto yang menjadi bagian dari proses penyidikan polisi tidak untuk disebarluaskan ke publik.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 06 Maret 2019 - 10:24 WIB
WowKeren - Kabar penangkapan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat (PD) Andi Arief begitu cepat menyebar. Sejumlah foto terkait penangkapan Andi sontak viral di media sosial dan juga stasiun TV.
Wasekjen PD Rachland Nashidik ikut memberikan tanggapan terkait hal tersebut. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya foto-foto yang tersebar di media sosial maupun yang digunakan oleh sejumlah stasiun TV berasal dari sumber yang tidak resmi.
"Dengan rendah hati, sebagai sahabat Andi Arief, pagi ini saya ingin mengingatkan," kata Rachland dilansir dari Antara pada Rabu (6/3). "Semua foto atau video tentang kasus Andi Arief yang menyebar di medsos dan bahkan digunakan sebagai footage oleh sejumlah stasiun TV, berasal dari sumber tak resmi."
Dalam salah satu foto yang beredar, terlihat seorang perempuan yang diduga berada di lokasi kejadian saat Andi diciduk polisi. Namun, Rachland menegaskan bahwa pihak kepolisian sendiri telah secara resmi mengumumkan bahwa tidak ada perempuan yang terlibat dalam kasus tersebut.
Sehingga dengan kata lain, foto-foto yang beredar bukan merupakan bagian dari proses penyidikan yang dilakukan oleh polisi. Sebab menurut Rachland, foto-foto yang yang diperoleh dari hasil penyidikan tidak boleh disebarluaskan ke publik. Sedangkan foto dan video yang beredar luas di dunia maya telah ada sebelum polisi melakukan proses hukum.
"Perlu diketahui, foto-foto yang didapat dari hasil penyelidikan polisi terhadap suatu kasus pidana tidak boleh disebar oleh polisi," terang Rachland. "Apalagi bila dilakukan bahkan sebelum penyidikan dimulai."
Rachland menilai bahwa ada pihak yang memang sengaja menyebarluaskan foto-foto penangkapan Andi agar diketahui oleh publik. Tujuannya adalah untuk membunuh karakter Wasekjen PD tersebut. Ia menegaskan bahwa pers di Indonesia yang menjunjung tinggi keakuratan data tentu tidak akan memakai foto-foto tersebut.
"Pers Indonesia yang menjalankan kebebasan secara sehat dan bermartabat," lanjut Rachland. "Tentu tidak sudi merelakan dirinya menjadi kepanjangan tangan dari tujuan buruk itu."
Foto-foto yang diduga terkait penangkapan Andi memang terlebih dahulu viral bahkan sebelum berita penangkapan itu sendiri santer dipublikasikan. Bahkan dalam salah satu foto itu, Andi terlihat sedang meringkuk di dalam tahanan.
(wk/zodi)