Dosen UNJ Sebut Lagu yang Dinyanyikan Aktivis Robertus Robet Sudah Ada Sejak Aksi 1998
Nasional

Sebelumnya, Robet ditangkap karena diduga menghina TNI dengan menyanyikan lagu Mars ABRI yang liriknya dipelesetkan.

WowKeren - Aktivis HAM sekaligus dosen Universitas Negeri Jakarta, Robertus Robet, diketahui ditangkap oleh polisi pada Kamis (7/3) dini hari. Robet diduga menghina TNI dengan menyanyikan lagu Mars ABRI yang liriknya dipelesetkan.

Menanggapi penangkapan tersebut, Aliansi Dosen UNJ untuk Kebebasan Demokrasi buka suara. Menurut aliansi tersebut, lagu yang dinyanyikan Robet dan diduga menghina TNI itu telah ada sejak aksi 1998. Robet sendiri telah memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut lewat video.

"Ya itu yang saya bilang bahwa Pak Robet sudah mengklarifikasi dalam sebuah video bahwa lagu itu tidak dia ciptakan sendiri, lagu itu sudah ada di aksi Mei '98," tutur perwakilan Aliansi Dosen UNJ, Rakhmat Hidayat, di Mabes Polri, Kamis. "Dan Robet tidak menghina TNI sebenarnya. Intinya kan itu."

Hidayat menilai bahwa Robet tengah ditimpa isu yang menjadi bola liar. Ia juga menjelaskan bahwa sang aktivis telah meminta maaf dan mengaku tidak memberi penghinaan pada institusi TNI.


"Cuma ya karena isu yang sekarang berkembang ini, temen-temen tahu sendirilah, itu yang kemudian berkembang menjadi bola liar," jelas Hidayat. "Robet sendiri sudah memberikan permohonan minta maaf bahwa dia tidak menghina secara institusional."

Robet sendiri disebut tengah mengkritik wacana TNI yang akan kembali ke ranah sipil. Namun, menurut Hidayat, tidak ada ujaran kebencian karena Robet mengkritik proses bukannya institusi TNI.

"Dan kalau diskusi kami dengan teman-teman lain, pada dasarnya mengatakan tidak ada aspek, tidak ada unsur ujaran kebencian di situ. Apa yang dilakukan saudara Robet itu sebenarnya hanya ekspresi dia sebagai warga negara, sebagai seorang akademisi," tutur Hidayat. "Bahwa dia menyampaikan pemikiran, menyampaikan gagasannya, mengkritik itu tadi gagasan kembalinya militer ke dunia sipil itu. Ini kemudian menjadi satu hal yang kontradiksi, ironis, bahwa itu dianggap sebagai ujaran kebencian terhadap institusi TNI."

Hidayat juga menjelaskan bahwa sebelum bernyanyi seperti yang tampak dalam video yang beredar, Robet hanya berorasi di acara Kamisan. Hidayat juga menegaskan bahwa lagu yang dinyanyikan Robet sudah biasa dibawakan oleh para aktivis gerakan 98.

"Orasi sebenarnya orasi biasa, orasi dari teman-teman aksi Kamisan itu. Ini kan masalahnya orang publik itu juga lihatnya hanya penggalan videonya tok gitu, tidak melihat utuh videonya," ujar Hidayat. "Dan sebenarnya lagunya ini lagi hal yang biasa, tahun '98 itu hal yang biasa dilakukan oleh aktivis-aktivis gerakan mahasiswa. Tapi sekarang karena ya konteksnya lagi politik, pilpres dan seterusnya, nah ini yang sensitif sebetulnya di sini."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait