Sebelumnya, ledakan bom di Sibolga dikaitkan dengan rencana kunjungan Jokowi ke tempat itu.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 14 Maret 2019 - 11:13 WIB
WowKeren - Kasus teror bom yang terjadi di Sibolga, Sumatera Utara pada Selasa (12/3) cukup menggemparkan publik. Ledakan tersebut terjadi kala polisi tengah memeriksa rumah pelaku terduga teroris. Adapun ledakan ini sempat dikaitkan dengan rencana kunjungan Presiden Joko Widodo alias Jokowi.
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta agar peristiwa ledakan tersebut tidak dikaitkan dengan Pilpres. Ia tidak ingin jika ada isu yang mengatakan bahwa Pilpres seakan-akan tak aman. Ia menjamin bahwa Pilpres April nanti akan berlangsung dengan aman.
"Makannya di Sibolga kemarin jangan diributkan seakan-akan bagian dari mengganggu Pemilu," kata Wiranto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (13/3). "Katanya Pemilu enggak aman, enggak. Pemilu tetap kita jamin keamanannya."
Wiranto mengatakan bahwa pemerintah sudah melakukan pengamatan terhadap kemungkinan hal-hal rawan yang akan terjadi ketika Pemilu. Untuk itu, pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi hal tersebut.
Meski demikian, kelompok teroris yang bisa melancarkan aksi mereka kapan saja. Ia meminta agar masyarakat tetap tenang tidak mudah panik. "Ya tenang saja, jangan sampai masyarakat terpengaruh," ungkap Wiranto.
Hal serupa juga dikemukakan oleh Jokowi. Jokowi mengatakan bahwa bom Sibolga tidak memiliki kaitan dengan penyelenggaraan Pemilu. Adapun ledakan tersebut terjadi sebagai hasil dari pengembangan penangkapan terduga teroris di Lampung.
"Tidak, tidak, tidak, ini sebenarnya dimulai dari pengungkapan teroris yang ada di Lampung," kata Jokowi di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/3). "Jadi tidak ada hubungannya dengan Pilpres."
Wiranto menegaskan bahwa jajarannya sangat kuat dalam melawan terorisme. Untuk membasmi benih-benih terorisme, pihaknya melakukan pengawasan secara hard approach maupun soft approach.
"Aparat keamanan kita dalam rangka melawan terorisme sangat-sangat kuat," tegas Wiranto. "Dalam rangka tim monitor maupun melakukan hard approach, kemudian soft approach."
Jika memang ditemukan adanya indikasi teror, maka pihaknya akan segera menangkap terduga teroris. Ia pun tidak akan segan-segan menghabisi teroris itu jika melawan. "Kemudian itu kalau ketahuan ya kita tangkap, kalau ngelawan, ya kita habisi," imbuh Wiranto.
(wk/zodi)