Yoon Ji Oh Tegaskan Jang Ja Yeon Dipaksa Berhubungan Seks, Bukan 'Layani' dengan Sukarela
Naver
Selebriti

Yoon Ji Oh menegur media yang melaporkan secara salah dan menulis kalau Jang Ja Yeon memberikan layanan seksual dengan sukarela.

WowKeren - Penyelidikan kasus bunuh diri Jang Ja Yeon resmi diperpanjang atas instruksi presiden Korea Selatan pada Senin (18/3). Bersamaan dengan itu, Dispatch mengungkap fakta-fakta di balik kematian pemain drama "Boys Over Flowers" itu akibat depresi setelah mengalami pelecehan seksual oleh para petinggi di dunia hiburan.

Di sisi lain, aktris Yoon Ji Oh yang merupakan saksi sekaligus teman dan rekan satu agensi mendiang Jang Ja Yeon terus mengupayakan agar kasus Jang Ja Yeon diketahui lebih banyak orang. Ia juga berharap 31 orang dalam daftar Jang Ja Yeon dihukum.


Hari ini, Kamis (21/3), Yoon Ji Oh mengunggah sebuah postingan di akun Instagram pribadinya. Dalam postingannya ini, ia membicarakan outlet berita tertentu yang melaporkan tentang kasus Jang Ja Yeon sebagai salah satu penyuapan seksual, yang secara salah menunjukkan bahwa mendiang dengan sukarela mengambil bagian dalam tindakan seksual untuk keuntungan pribadi.

"Saya tidak pernah memberikan layanan seksual sebagai suap, dan hal yang sama berlaku untuk (Jang Ja Yeon). Kalau aku mengambil bagian dalam kegiatan semacam itu atau mengalami pelecehan seksual sendiri, aku akan bisa memberikan kesaksian yang lebih jelas sebagai saksi hidup.

"Juga, aku bisa sampai di sini karena aku adalah salah satu tokoh sentral yang melihat dokumen itu, yang bukan surat wasiat, dan karena saya adalah saksi dari kekerasan seksual," lanjutnya. Dokumen yang dimaksud Yoon Ji Oh adalah surat bunuh diri Jang Ja Yeon yang menjelaskan tentang pelecehan seksual yang dialaminya dari 31 pria yang nama-namanya juga ia sertakan.

Yoon Ji Oh berkata kepada media-media tersebut, "Kalian melaporkan bahwa dia memberikan 'layanan seksual sebagai suap', tapi apakah kalian mengonfirmasi bahwa kegiatan semacam itu memang terjadi? Kalau kalian mengonfirmasi, maka media, polisi, dan kejaksaan harus tahu tentang ketidakadilan yang dialami oleh (Jang Ja Yeon) dan harus mengungkapkannya dengan jelas.

"Itu adalah 'pelecehan seksual', bukan 'penyuapan seksual', dan reputasinya yang ternoda harus dipulihkan. Kerusakan sekunder yang tidak bertanggung jawab disebabkan oleh media untuk (Jang Ja Yeon) dan diriku sendiri harus diperbaiki," pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts
Loading...