Proses Sudah 90%, KNKT Bakal Rilis Hasil Investigasi Akhir Lion Air PK-LQP yang Jatuh pada Agustus
Nasional
Fakta Baru Tragedi Lion Air JT610 Jatuh

Soerjanto mengatakan bahwa KNKT telah berdiskusi dengan Boeing untuk melakukan rekonstruksi penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610.

WowKeren - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan merilis hasil investigasi kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP pada Agustus mendatang. Saat ini, hasil investigasi sudah mencapai 90%.

"Terkait seluruh hasil investigasi ini akan disampaikan oleh KNKT pada final report yang dijadwalkan akan dipublikasikan pada bulan Agustus atau September 2019," kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono dalam jumpa pers di Kantor KNKT, Kamis (21/3) ini.


Soerjanto mengatakan bahwa KNKT telah berdiskusi dengan Boeing untuk melakukan rekonstruksi penerbangan Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610. KNKT juga melakukan diskusi dengan Federal Aviation Administration (FAA) terkait fitur otomatis yang dimiliki pesawat 8737-8 (MAX).

"Sehubungan dengan perkembangan investigasi disampaikan bahwa KNKT telah melakukan kunjungan ke Boeing untuk melakukan rekonstruksi penerbangan JT 610 menggunakan engineering simulator dan diskusi terkait system pesawat 8737-8 (MAX)," katanya. "KNKT juga telah berdiskusi dengan Boeing dan FAA terkait design system MCAS (Manufacturing Characteristic Augmentation System) dan approval yang diberikan oleh FAA."

"Kita sudah hampir, bisa dikatakan hampir 90 persen data yang diperlukan. Kita membahas arah analisanya seperti apa," ucap Ketua Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo. "Sekarang sudah mulai membagi tugas siapa akan mengumpulkan data apa. Nanti akan kita susun kita sampaikan dalam bentuk laporan. Setelah itu semua kita tulis akan menjadi draf laporan."

Sebelumnya, rekaman percakapan pilot pesawat Lion Air dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang juga telah terkuak. Beberapa sumber dari Reuters mengungkap jika pilot seolah sedang melakukan ujian saat pesawat hendak jatuh.

"Ini seperti ujian saat ada 100 pertanyaan dan ketika waktunya habis Anda hanya menjawab 75. Jadi, Anda panik," ungkap sumber Reuters. "Ini adalah kondisi time-out."

You can share this post!

Related Posts
Loading...