Garuda Batalkan Pesanan 49 Unit Boeing 737 MAX, Terancam Rugi Rp 364 Miliar Uang Tanda Jadi
Nasional

Garuda ambil risiko pasca diterbitkannya larangan penggunaan Boeing 737 MAX 8 lantaran kecelakaan pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines.

WowKeren - Telah menjadi langganan perusahaan Boeing, maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengambil risiko kehilangan ratusan miliar usai membatalkan pesanannya. Diketahui, Garuda sudah memesan 50 unit Boeing 737 MAX 8. Satu unit juga sudah sampai di Indonesia.

Akan tetapi, Kementerian Perhubungan Indonesia telah menerbitkan larangan terbang untuk jenis pesawat tersebut. Hal itu menyusul keraguan penumpang pada jenis pesawat yang sama dalam kecelakaan pesawat Lion Air dan Ethiopian Airlines beberapa waktu lalu itu.


"Kami sendiri sudah kirim surat ke McAllister (bos Boeing) kalau kami nyatakan untuk cancel 49 unit," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Plaza Indonesia pada Kamis (21/3). Lebih jauh, Dirut Garuda yang akrab disapa Ari ini menjelaskan jika banyak penumpang sudah tak percaya menaiki pesawat keluaran Boeing tersebut.

Sudah memesan 50 unit, pembatalan pesanan Garuda ini membuat maskapai penerbangan itu terancam rugi miliaran Rupiah. Garuda diketahui sudah membayar uang tanda jadi sebanyak USD 26 juta atau setara dengan Rp 364 miliar.

Kendati demikian, Ari mengungkap jika pihak Boeing telah meminta untuk menegoisasi pembatalan itu. Hal itu disebabkan karena Garuda merupakan salah satu langganan utama Boeing. Namun, jika kesepakatan tak tercapai, Garuda harus rela kehilangan ratusan miliar uang yang sudah diserahkan kepada Boeing.

"Kalau sesuai kontrak kita enggak bisa narik, itu merupakan risiko kalo (uang) enggak balik ya," sambung Ari. "Enggak mungkin mereka ignore Garuda, kita kan salah satu leader of market mereka enggak mungkin mereka ignore."

Sementara itu, pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menggelar jumpa pers terkait investigasi penyebab jatuhnya Lion Air JT 610 pada 29 Oktober 2018 lalu. Dalam jumpa pers tersebut, KNKT membahas mengenai rekaman percakapan pilot pesawat berjenis Boeing 737 MAX 8 itu.

"Yang saya sampaikan adalah mereka bertanya apakah ada kepanikan, saya sampaikan ada kepanikan, tapi saya tidak sampaikan apa yang diteriakkan," terang Ketua Subkomita Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo, pada Kamis (21/3). "Tapi saya tidak sampaikan ada (teriakan) Allahuakbar."

You can share this post!

Related Posts
Loading...