Ngabalin menjelaskan bahwa dirinya datang dan pulang dengan tenang usai memaparkan materi dalam kuliah umum tersebut.
- Nur Islamiyah
- Jumat, 22 Maret 2019 - 20:42 WIB
WowKeren - Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin dikabarkan diusir oleh mahasiswa saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di Kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) pada Kamis (21/3) kemarin. Ia dituding membawa unsur kampanyekan calon presiden pertahana Joko Widodo dalam acara tersebut.
Hal tersebut rupanya dibantah oleh Ngabalin. Ia menjelaskan bahwa dirinya datang dan pulang dengan tenang usai memaparkan materi dalam kuliah umum tersebut.
"Saya datang dalam situasi yang sangat-sangat senang dan tidak ada satu insiden apapun," ujar Ngabalin, seperti dikutip dari CNN Indonesia. Ngabalin mengaku diundang sebagai Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden. Ia memaparkan materi berupa capaian pemerintah serta tantangan dan peluan mahasiswa di era revolusi industri 4.0.
Selain itu, Ngabalin juga menjelaskan, dirinya sama sekali tidak menyinggung soal pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu selama memberikan materi. Dirinya pun tidak masuk dalam timses Jokowi.
"Saya bukan tim kampanye nasionalnya Pak Joko Widodo-Ma'ruf Amin," katanya. "Saya diundang dalam kapasitas sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden."
Saat itu, memang terdapat mahasiswa yang menggelar demo di luar ruangan. Para mahasiswa melakukan hal tersebut meminta untuk berdialog.
Sayangnya, saat Ngabalin ingin meladeni dialog para mahasiswa tidak bersedia. Ia mengatakan bahwa mereka tidak mengizinkannya menjawab protes yang disampaikan.
Terkait dengan video yang beredar, Ngabalin mengatakan video itu diambil saat dirinya mendatangi mahasiswa yang sedang berdemo. Ia sekali lagi menegaskan bahwa video tersebut bukan pengusiran dirinya.
(wk/nris)