MRT Mulai Berlakukan Sistem Pendaftaran Online Untuk Atasi Penumpang yang Membludak
Nasional

Pihak MRT menilai perilaku penumpang yang tidak tertib disebabkan salah satunya oleh sistem pendaftaran manual.

WowKeren - Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase I Lebak Bulus-Bundaran HI telah resmi beroperasi pada Minggu (24/3). Publik pun diberi kesempatan untuk mencoba moda transportasi ini secara gratis. Ironisnya, justru banyak penumpang yang tidak mengindahkan tata tertib MRT pada saat mencoba.

Kelakuan para penumpang yang dinilai norak itu kemudian menjadi viral di media sosial. Dari foto-foto yang ada, terlihat penumpang yang berdiri di atas kursi, bergelantungan di dalam MRT, serta makan dan minum layaknya sedang menggelar piknik.


Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhammad Kamaluddin mengatakan bahwa perilaku tidak tertib yang dilakukan oleh sejumlah penumpang salah satunya disebabkan karena sistem registrasi yang dilakukan secara manual. Untuk itu, pihaknya memutuskan untuk mengembalikan pendaftaran secara online.

"Karena menimbang kejadian hari ini (Sabtu kemarin), kami akan kembali ke pendaftaran online," kata Kamaluddin dilansir dari Kompas, Senin (25/3). "Dan akan ada kuota (penumpang)."


Dengan pendaftaran secara online, pihak MRT bisa lebih mudah melakukan identifikasi pada penumpang. Pendaftaran yang dilakukan secara manual hanya akan membuat penumpang berjubel di stasiun.

"Iya pasti, ya, tentunya, kan, kalau sudah daftar online bisa diidentifikasi dengan mudah," jelas Kamaluddin. "Kalau sekarang, kan, (daftar) manual bahkan yang melakukan makan di sekitar stasiun itu, kan, mereka belum daftar."

Saat konferensi pers pada Minggu (24/3), Kamaluddin kembali mengingatkan masyarakat untuk melakukan pendaftaran online bagi yang ingin mencoba MRT ini. Setelah itu, calon penumpang bisa menunjukkan bukti pendaftaran ke staf yang ada di tiap pintu masuk.

"Pendaftaran dibuka untuk tanggal keberangkatan pada hari H dan hari H+1," kata Kamaluddin. "Dan menunjukkan bukti konfirmasi pendaftaran kepada staf stasiun MRT Jakarta yang berada di setiap pintu masuk stasiun."

Kamaluddin berharap dengan dialihkannya metode registrasi ke sistem online, pihak MRT dapat mengontrol jumlah penumpang. Sehingga, kejadian membludaknya penumpang tidak akan terulang lagi seperti sebelumnya.

"Minggu kemarin itu memang penumpangnya sangat membludak, khususnya di hari Sabtu," tutur Kamaluddin. "Karena itu sistemnya kami buka, kami sekarang bertahap sekarang dan semua yang pendaftaran melalui online itu dimudahkan."

You can share this post!

Related Posts
Loading...