Partai Kakbah Disurvei Tak Lolos Parlemen, Sekjen: Kami Yakin Tuhan Masih Sayang PPP
Nasional

Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, elektabilitas PPP masih berkisar di bawah angka 4 persen.

WowKeren - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah mendapat ujian berat menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Usai mantan Ketua Umum Rommy tertangkap OTT KPK, kini elektabilitas PPP seolah melemah di beberapa survei.

Diketahui, titik aman dari ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen. Sedangkan elektabilitas partai berlambang kakbah tersebut masih berkisar di bawah angka 4 persen. Berdasarkan hasil survei, PPP bisa-bisa tak bisa lolos ke DPR.


Menanggapi hal tersebut, PPP pun buka suara. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP, Arsul Sani, optimis dengan hasil dalam Pemilu mendatang karena yakin partainya masih mendapat kasih dari Yang Maha Kuasa.

"Insyaallah lah ya, ini kan bukan cuma soal ikhtiar," tutur Arsul, Selasa (26/3). "Kami harus yakin juga bahwa yang di atas, Yang Maha Kuasa, itu juga masih menyayangi PPP."

Menurut Arsul, di setiap survei jelang Pemilu mulai dari 2004 hingga 2014, PPP selalu diprediksi tak bisa lolos ke DPR. Namun, Arsul menuturkan, PPP selalu berhasil masuk ke parlemen setelah Pemilu berakhir.

"Kalau sekarang PPP diprediksi tidak melewati ambang batas survei, ya memang dari dulunya seperti itu, dari sejak yang namanya hasil-hasil survei itu dikenal dalam khazanah kepemiluan kita," jelas Arsul. "Memang seperti itu. Jadi kalau buat kami tidak lagi mengagetkan, karena seperti itu."

Meski demikian, Arsul menyadari bahwa hasil survei tersebut kini juga dipengaruhi oleh kasus Rommy. Arsul pun menegaskan bahwa fokus utama partainya kini adalah menjaga solidaritas internal.

"Yang kami sekarang harus bekerja keras untuk melewati 4 persen itu yang terkait dengan kasus Mas Rommy itu iya. Paling tidak kami harus jaga dulu soliditas internal, semangat juangnya teman-teman," tutur Arsul. "Dan kemudian kalau sudah solid dan semangat juang di sisa waktu, baru kemudian bisa jelaskan dengan dingin, tidak reaktif kepada masyarakat tentang kasus itu dan dalam konteks kebijakan atau keputusan partai itu seperti apa."

Arsul pun kembali menegaskan bahwa Rommy terjerat kasus tersebut lantaran pilihan pribadi yang tak ada kaitannya dengan PPP. "Bahwa itu seperti diakui Mas Rommy sendiri itu adalah merupakan perilaku pribadi dialah, bukan kebijakan partai," ujar Arsul.

Untuk diketahui, terdapat tiga lembaga survei yang menunjukkan elektabilitas PPP masih di bawah 4 persen. Yakni survei Charta Politika (3,6 persen), Vox Populi (2,9 persen) dan Litbang Kompas (2,7 persen). Ketiga survei tersebut dilakukan pada periode awal Maret 2019.

You can share this post!

Related Posts
Loading...