Selama ini, keterpilihan Ma'ruf sebagai Cawapres pendamping Jokowi kerap menuai kontroversi lantaran dirinya dianggap terlalu tua.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 29 Maret 2019 - 11:05 WIB
WowKeren - Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin sering dianggap terlalu tua untuk menemani Joko Widodo sebagai calon presiden. Terkait hal ini, Ma'ruf akhirnya angkat bicara. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri acara Jogja Nyawiji Nderek Kyai di Sleman.
Ma'ruf menjelaskan bahwa berdasarkan data World Health Organization (WHO), kategori tua diberikan pada mereka yang telah berusia antara 80 hingga 100 tahun. Sedangkan dirinya saat ini masih berumur 76 tahun.
Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa dirinya belum tua. Lebih lanjut, ia menyebut bahwa usianya masih termasuk ke dalam kategori setengah baya.
"Kata WHO, yang tua itu kalau umur 80 sampai 100 tahun. Kalau menurut WHO saya belum tua karena saya belum 80 tahun," tutur Ma'ruf di Lapangan Lumbungrejo, Yogyakarta, Kamis (28/3). "Jadi saya belum tua. Di bawah 80 namanya setengah baya."
Terkait keputusannya untuk mendampingi Jokowi maju ke Pilpres 2019, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut mengaku terinspirasi dari sebuah kisah.
Dalam kisah itu, ada seorang kakek tua yang yang menanam pohon namun banyak orang yang mengatakan bahwa sang kakek tidak akan bisa merasakan hasilnya. Dilanjutkan Ma'ruf, kakek tersebut memang sengaja menanam pohon untuk generasi mendatang.
Selain itu, ia juga membandingkan usianya dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Mahathir yang berusia 93 tahun pun masih bisa memimpin pemerintahan. "Kenapa saya yang belum 80 tahun tidak berani untuk jadi calon wakil presiden Indonesia?" tegas Ma'ruf.
Dalam kesempatan itu, Ma'ruf juga mengimbau agar publik tidak mudah terpancing dengan hoaks yang beredar. Terutama isu negatif yang menyebut dirinya akan digantikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan dijadikan sebagai alat.
"Nanti kalau jadi (Wapres), diganti sama Ahok, memangnya RT," jelas mantan Rais Aam Syuriah NU tersebut. "Ma'ruf Amin paling cuma jadi alat, emangnya saya pacul. Karena itu kita jangan terpengaruh isu-isu yang seperti itu."
(wk/zodi)