Hal tersebut berdasarkan pada hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS).
- Bertilia Puteri
- Jumat, 29 Maret 2019 - 17:12 WIB
WowKeren - Lembaga Center for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei elektabilitas kedua paslon berdasarkan latar belakang pendidikan pemilih. Hasilnya, Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih unggul di kalangan pemilih lulusan sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Sementara itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berhasil menang di kalangan pemilih yang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
Diketahui, di kalangan pemilih berlatar belakang SD dan SMP, Jokowi-Ma'ruf mendapat 57,3 persen. Sementara pemilih Prabowo-Sandi di kalangan yang sama hanya 28 persen. Sedangkan untuk jenjang SMA, Jokowi-Ma'ruf mendapat suara 45,8 persen, sementara Prabowo-Sandi hanya 39,9 persen.
Meski demikian, Prabowo-Sandi berhasil unggul di kalangan pemilih perguruan tinggi dengan suara hingga 42,5 persen. Jokowi-Ma'ruf sendiri hanya mendapat suara sebesar 35,2 persen di kalangan yang sama.
"Jadi tampak sekali pemilih Jokowi berasal dari pendidikan rendah dan menengah," jelas peneliti CSIS, Arya, Kamis (28/3). "Sementara Prabowo berlatar belakang Diploma dan Universitas."
Sementara itu, dilihat dari segi profesi, Jokowi-Ma'ruf unggul di kalangan petani dan nelayan. Paslon nomor urut 01 tersebut mendapat suara sebanyak 58,5 persen, sedangkan Prabowo-Sandi hanya 27 persen.
Namun, paslon nomor urut 02 unggul di kalangan PNS dan guru. Diketahui, Prabowo-Sandi mendapat 48,2 persen suara, sementara Jokowi-Ma'ruf hanya 33,7 persen.
Terkait dengan keunggulan Prabowo-Sandi di kalangan PNS dan guru, Fadli Zon sempat memberikan komentarnya. Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra tersebut, Jokowi gagal menciptakan pemerintahan yang bersih.
"PNS paling tahu bahwa praktik pemerintahan banyak yang tidak beres. Mereka tidak bisa dikelabui. Kita lihat saja di Kementerian Agama dan di kementerian lain," jelas Fadli, Jumat (29/3). "Pemerintahan Jokowi gagal menciptakan clean government (pemerintahan yang bersih) dan kepemimpinan yang benar."
Secara keseluruhan, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sendiri masih unggul dengan angka 51,4 persen. Terdapat selisih 18,1 persen dengan Prabowo-Sandi yang berada di angka 33,3 persen.
(wk/Bert)