BNPB Ungkap Korban Tewas Akibat Bencana Alam di 2019 Naik Sampai 275 Persen
Nasional

Berdasarkan data BNPB, jumlah bencana alam di Indonesia selama Januari-Maret 2019 lebih banyak dibandingkan tahun 2018

WowKeren - Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah bencana alam di Indonesia selama Januari-Maret 2019 lebih banyak dibandingkan tahun 2018. Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menyebutkan bahwa jumlah kejadian dalam tiga bulan di tahun 2019 meningkat sebanyak 32,4 persen dibanding sepanjang tahun 2018.

"Selama bulan januari hingga maret 2019 telah terjadi 1.107 bencana yang menyebabkan 375 orang meninggal dan hilang," tutur Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Jumat (29/3). "1.340 luka-luka dan 850.772 orang mengungsi dan terdampak."

Sutopo menjelaskan bahwa pada 2018, jumlah korban meninggal dan hilang akibat bencana mencapai 100 orang. "Kenaikkannya mencapai 275 persen dari tahun 2018," jelas Sutopo.

Sementara itu, jumlah korban luka-luka pada 2018 mencapai 290 orang. Jumlah tersebut meningkat sebesar 362,1 persen pada tahun ini.

Sedangkan untuk jumlah pengungsi pada 2018 yakni sebesar 640.296 orang. Angka tersebut meningkat sebesar 32,9 persen pada tahun ini.


Menurut Sutopo, bencana yang paling mematikan pada awal tahun ini adalah banjir dan tanah longsor. Kedua bencana alam tersebut paling banyak memakan korban jika dibandingkan dengan tahun 2017 dan 2018.

"Bencana yang paling banyak memakan korban adalah banjir bandang di Sulawesi Selatan dan di Sentani," terang Sutopo. "Itu karena banjir disana disertai tanah longsor."

BNPB pun memperkirakan kerugian materiil yang dialami akibat bencana di Indonesia mencapai jumlah miliaran. Kerugian paling banyak disebabkan oleh tempat tinggal masyarakat.

Sutopo juga menjelaskan bahwa provinsi di Pulau Jawa menjadi wilayah yang paling banyak terkena bencana awal tahun ini. Tercatat di Jawa Tengah ada 356 kejadian, Jawa Timur ada 204 kejadian, dan Jawa Barat 173 kejadian.

"Di Jawa, masyarakat banyak yang tetap mencoba tinggal," ujar Sutopo. "Walaupun di zona merah yang merupakan daerah rawan bencana."

Tak hanya melanda Provinsi di Pulau Jawa, BNPB juga mencatat lima kabupaten yang terdampak bencana. "Kota Semarang sebanyak 32 kejadian, Temanggung 29 Kejadian, Jepara 28 kejadian, Sukabumi 28 kejadian dan Banyumas 22 kejadian. Jawa masih paling banyak terdampak," jelas Sutopo.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!