Wakil Ketua TKN Jokowi Siap Cium Tangan Amien Rais 4 Kali Bila 'People Power' Benar Terjadi
Instagram/abdulkadirkarding
Nasional

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, meragukan ancaman Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut soal 'people power'.

WowKeren - Ancaman Amien Rais mengerahkan massa alias "people power" menuai polemik. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, pun meragukan ancaman Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Karding yakin bahwa tidak akan ada people power sebagaimana yang diancamkan Amien. “Saya cium tangan Pak Amien Rais empat kali kalau sampai terjadi people power,” ujar Karding di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/4).

Menurut Karding, Amien sudah tidak memiliki pengaruh besar di dunia politik nasional. Tak hanya itu, Karding juga menuturkan bahwa ancaman people power bukanlah hal yang baik.

Kondisi Indonesia saat ini, tutur Karding, tidak sama dengan kondisi saat Amien menggulirkan reformasi pada 1998 silam. "Sekarang people power apa? Yang di-people power siapa? Kecuali kalau pemerintahan ini zalim,” tegas Karding.


Hal senada sempat disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Tjahjo mengaku bahwa ia sebenarnya mendukung Amien sebagai seorang tokoh reformasi. Namun Amien juga diharap bisa bersikap lebih bijak dan membangun optimisme di masyarakat jelang Pemilu.

Beberapa pihak juga menilai bahwa pernyataan Amien tidak bijak. Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva, menilai usulan Amien untuk menggunakan people power tersebut tidak sesuai dengan amanat konstitusi.

Sementara mantan Ketua MK lainnya, Mahfud MD, menilai wacana Amien muncul dari kekhawatiran yang berlebihan. Menurut Mahfud, instrumen hukum tersedia dalam berbagai peraturan perundangan, sehingga hampir tak mungkin KPU berbuat curang di Pemilu saat ini.

Diketahui, Amien mewacanakan akan melakukan people power jika nantinya ditemukan kecurangan dalam Pilpres 2019. Pendiri PAN tersebut menilai cara itu lebih efektif daripada melapor dan menempuh jalur hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kalau nanti terjadi kecurangan, kita enggak akan ke MK. Enggak ada gunanya, tapi kita pilih people power, karena itu sah," ujar Amien Rais di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (31/3) kemarin. "Bukan revolusi, kalau revolusi ada pertumpahan darah. Ini tanpa sedikit pun darah tercecer, people power akan kita digunakan."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait