Penemuan mayat guru honorer bernama Budi Hartanto menggemparkan masyarakat. Mayat Budi ditemukan dalam koper dengan kondisi dimutilasi bagian kepala dan dibuang di pinggir sungai.
- Silmi Amalia Fidareni
- Jumat, 05 April 2019 - 10:02 WIB
WowKeren - Masyarakat digegerkan dengan penemuan mayat dalam koper di pinggiran sungai bawah Jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar. Penemuan mayat dalam koper tersebut terjadi pada Rabu (3/4) kemarin.
Setelah diidentifikasi lewat sidik jari, mayat yang ditemukan tanpa kepala dalam koper tersebut diketahui bernama Budi Hartanto. Ia merupakan seorang warga Tamanan, Kota Kediri, Jawa Timur. Sehari-hari Budi berprofesi sebagai guru honorer dan juga instruktur tari.
Hingga saat ini, polisi masih terus menyelidiki kasus pembunuhan kejam yang dialami Budi. Sempat beredar pula bahwa motif pembunuhan Budi adalah karena asmara, namun polisi masih belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, orangtua Budi sudah mengabarkan sang anak belum pulang sejak Selasa (2/4). Budi sendiri juga sempat berkomunikasi dengan salah satu rekannya. Melalui aplikasi WhatsApp, Budi berkirim pesan dengan saudaranya sekitar pukul 22.55 WIB.
"Itu kontak terakhir korban dengan rekannya yang juga guru," ungkap paman Budi, Nasuka, seperti dilansir TribunNews pada Jumat (5/4). Kendati demikian, tidak ada percakapan yang aneh terjadi pada Budi dan saudaranya. Setelah chat tersebut, Budi dikabarkan tak lagi bisa dihubungi.
Merasa sedih tak karuan, ibu Budi yang bernama Hamidah bertanya-tanya mengenai apa kesalah sang anak hingga mendapatkan perlakuan yang kejam. "Anak saya salahnya apa? Saya tidak terima," ujar Hamidah masih dilansir TribunNews.
Budi pada awalnya pamit untuk pergi ke warung kopi miliknya yang ada di kawasan GOR Jayabaya. Pada saat itu, Budi menaiki sepeda motor. Ia lantas tak bisa lagi dihubungi semenjak kepergiannya itu.
Budi akhirnya ditemukan tewas tak bernyawa dengan kondisi dimutilasi dan dihilangkan bagian kepalanya lantas dimasukkan dalam koper. Jenazah Budi sudah dimakamkan, dengan kondisi tanpa kepala, pada Kamis (4/4) kemarin. Polisi masih berusaha menemukan motif pembunuhan dan juga sepeda motor yang dikendarai Budi menjelang kematiannya.
(wk/silm)