Pembuat Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Pose 2 Jari Sebelum Sidang, TKN: Sudah Jelas, Kan?
Nasional

Bagus Bawana Putra sempat mengaku menjadi Ketua Dewan Koalisi Nasional Prabowo-Sandi. Namun, BPN membantah keterlibatan dan menolak dikaitkan dengan Bagus sebagai tersangka pembuat hoaks.

WowKeren - Beberapa waktu yang lalu, publik sempat dihebohkan dengan kabar mengenai adanya tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos. Setelah dilakukan penelusuran, terbukti jika informasi tersebut tak benar alias hoaks semata.

Lebih lanjut, polisi juga sudah menangkap dan menahan pelaku pembuat hoaks adanya surat suara tercoblos yang meresahkan masyarakat tersebut. Terdakwa diketahui bernama Bagus Bawana Putra.

Sementara itu, sidang atas tuduhan kepada Bagus masih terus dilangsungkan. Bagus sendiri sempat terlihat mengacungkan salam dua jari sebelum menjalani sidang. Terkait dengan hal itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin langsung memberikan komentar.

Menurut juru bicara TKN, Irma Suryani Chaniago, sikap kreator pembuat hoaks surat suara tercoblos tersebut mengindikasikan keberpihakannya pada capres 02, Prabowo Subianto. "Artinya jelas kan? Yang bersangkutan bagian dari yang dia perjuangkan!" ucap Irma seperti dilansir Detik pada Jumat (5/4).


Bagus diketahui ditangkap lantaran menyebarkan hoaks adanya 7 kontainer usrat suara yang sudah tercoblos asal Tiongkok. Ia menyebarkan pesan melalui aplikasi perpesanan dengan menyatakan jika surat suara tersebut sudah tercoblos paslon 01.

Terkait penangkapan Bagus, ia sempat mengaku menjadi bagian dari Ketua Dewan Koalisi Nasional paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo menampik keterlibatan Bagus sebagai Ketua Dewan Koalisi Nasional Prabowo dan bahkan menyebut tak kenal.

"Kami tidak mengenal Saudara Bagus," terang Juru Bicara BPN, Andre Rosiade, beberapa waktu lalu. "Saya sudah mengecek ke Direktorat Relawan Prabowo-Sandi, tidak ada yang namanya Bagus itu. Tidak terdaftar dalam inventori relawan kita di Direktorat Relawan Prabowo-Sandi."

Di sisi lain, BPN juga menolak dikaitkan terhadap kasus Bagus. Menurut mereka, tidak ada kebijakan tim sukses untuk meminta simpatisan atau relawan mereka menebarkan hoaks.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait