Dari survei yang dilakukan oleh lembaga Charta Politika, sebanyak 75 persen masyarakat menjawab akan mencoblos surat suara Pilpres terlebih dahulu dibanding Pileg.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 05 April 2019 - 11:42 WIB
WowKeren - Lembaga Survei Charta Poltika menyebut bahwa rakyat lebih tertarik untuk memberikan suara mereka pada Capres-Cawapres dibanding untuk calon anggota legislatif. Direktur Riset Charta Politika Muslimin menjelaskan hal itu tampak dari jawaban responden yang sebagian besar akan mencoblos surat suara Pilpres terlebih dahulu.
"Saat ditanya surat suara mana yang akan lebih dulu di coblos," kata Muslimin di Jakarta Selatan, Kamis (4/4). "75 persen masyarakat akan memilih surat suara Pilpres terlebih dahulu."
Kurangnya antusias masyarakat terhadap Pileg ini juga disampaikan oleh Partai Solidaritas Indonesia. PSI menilai bahwa masih ada cara agar Pileg tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat.
Juru Bicara PSI Andy Budiman mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) mau menggelar debat untuk partai politik. Cara seperti ini bisa dilakukan mengingat gelaran Pemilu masih 14 hari lagi.
"Masih ada cara agar Pileg dianggap penting. Kami tawarkan, dengan selenggarakan debat antar partai politik," kata Budi di Jakarta Selatan, Kamis (4/4). "Ada 14 hari pada masa kampanye. Masih bisa atau mungkin KPU selenggarakan debat antar Ketum atau Sekjen."
Budi menilai bahwa debat antar Parpol perlu digelar agar para Caleg tersebut bisa menyampaikan gagasan mereka. Namun, jika debat memang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan maka diskusi pun bisa dilakukan. Dengan begitu, masyarakat jadi memiliki pandangan seperti apa masing-masing kandidat dari Parpol yang ada.
"Kalau bukan KPU, ada banyak civil society, atau media, beri ruang partai politik untuk sampaikan apa yang jadi agenda politik mereka," tutur Budi. "Ini yang hilang, ini tidak pernah tahu, sikap partai politik terhadap perempuan misal."
Sebelumnya, gagasan untuk menyelenggarakan debat antar Parpol sudah pernah dicetuskan oleh Ketua Umum PSI Grace Natalie. Dikatakan Grace, hal itu bertujuan untuk memastikan kualitas anggota DPR yang akan datang. Sebab, PSI menilai bahwa kinerja DPR kian memburuk akhir-akhir ini.
(wk/zodi)