Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, mengaku bahwa Koalisi Indonesia Adil Makmur yang juga diikuti oleh Partai Demokrat masih solid.
- Bertilia Puteri
- Senin, 06 Mei 2019 - 14:34 WIB
WowKeren - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, menuding adanya "setan gundul" dalam kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Andi, "setan gundul" ini lah yang menimbulkan kesesatan anggapan kemenangan dengan suara 62 persen. Hal ini disampaikan Andi lewat cuitan di akun Twitter pribadinya.
Menanggapi tudingan Andi, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun buka suara. Juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, mengaku bahwa Koalisi Indonesia Adil Makmur yang juga diikuti oleh Partai Demokrat masih solid.
"Mengenai setan gundul yang disampaikan bang Andi Arief, saya terus terang tidak tahu," ujar Andre pada Senin (6/5). "Yang saya ketahui bahwa koalisi ini terdiri dari Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, dan Berkarya ini masih solid dan punya komunikasi yang baik."
Menurut Andre, kelima partai tersebut merupakan pemimpin di BPN Prabowo-Sandi. Sehingga Andre berharap apabila ada hal yang ingin ditanyakan, maka sebaiknya hal tersebut disampaikan langsung di forum internal.
"Dan koalisi lima parpol inilah yang memimpin di BPN," tutur Andre. "Harapan saya kalau ada pertanyaan dari kader koalisi, hal ini lebih baik disampaikan di forum internal, bukan di medsos."
Sebelumnya, cuitan Andi tersebut juga sudah ditanggapi oleh elite Partai Demokrat lain, Benny K Harman. Menurut Benny, setan gundul tersebut lebih tepat jika disebut monster demokrasi atau genderuwo.
"Bukan setan gundul tapi monster demokrasi atau genderuwo, tangan-tangan kotor yang tidak kelihatan yang menjadi benalu demokrasi," cuit Benny menanggapi Andi. "Namanya benalu yah lama-lama makan tuannya sendiri!"
Di sisi lain, Andi juga sempat mengungkapkan bahwa Partai Demokrat ingin menyelamatkan Prabowo dari perangkap sesat. Pasalnya, selama ini Prabowo terus diyakinkan telah meraih kemenangan dalam Pilpres 2019.
"Partai Demokrat ingin menyelamatkan Pak Prabowo," cuit Andi di Twitter pada Minggu (5/5). "Dari perangkap sesat yang memasok angka kemenangan 62 persen."
(wk/Bert)