TKN Jokowi Dukung BPN Prabowo Buka Data Hitung Internal: Rakyat Perlu Bukti Angka 62 Persen
Nasional

Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni menyambut baik rencana Prabowo Subianto yang berniat membeberkan bukti penghitungan perolehan suara internal mereka.

WowKeren - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berencana untuk membuka hasil penghitungan suara internal Badan Nasional Pemenangan (BPN). Hal itu akan dilakukan pekan depan. Saat ini, pihaknya masih mempersiapkan penghitungan tersebut dibantu oleh para pakar IT dari berbagai perguruan tinggi.

"Kami juga akan melakukan workshop-workshop mengumpulkan ahli-ahli IT," kata Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5). "Dari berbagai universitas. Kami akan mengkaji, meneliti seilmiah mungkin dan pada saatnya akan di ekspose pada hari yang tepat minggu depan."

Rencana ini mendapat sambutan baik dari kubu petahana. Tim Kampanye Nasional menanti-nanti bukti Prabowo-Sandiaga Uno mendapatkan suara lebih banyak daripada Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin.

Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni sangat mendukung upaya Prabowo untuk membeberkan hasil hitung internal. Dengan demikian, rakyat bisa tahu darimana angka 62 persen yang disebut Prabowo saat acara deklarasi kemenangan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa rujukan utama yang harus diperhatikan adalah hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).


"Baik sekali. Ini yang ditunggu-tunggu rakyat seperti yang sudah pernah dilakukan TKN. Tetapi rujukan utama tentu saja real count KPU," kata Antoni dilansir dari Kumparan, Kamis (9/5). "Rakyat hanya perlu bukti angka 62 persen itu dapat dari mana? Klaim sepihak seperti ini tentu tidak sehat."

Antoni mengusulkan agar pihak Prabowo mengundang media serta lembaga penyelenggara quick count ketika membuka penghitungan suara internal mereka nantinya. Ia bahkan mengaku TKN bersedia datang jika diundang.

"Undang semua media. Undang juga para pakar, akademi dan pengamat. Undang lembaga-lembaga penyelenggara quick count," lanjut Antoni. "Bila TKN diundang kami pertimbangkan dengan serius untuk datang."

Saat ini, kubu Jokowi-Ma'ruf masih menunggu hasil resmi dari KPU. Namun, Antoni mengaku bahwa pihaknya tidak akan ragu membuka data internal jika hitung manual BPN tak sesuai dengan milik KPU maupun TKN.

"Secara konstitusional kami menunggu hitungan manual KPU," lanjut Antoni. "Tapi kalau TKN mau buka klaim mereka ke publik oke saja. Supaya kelihatan siapa yang bohong. Siapa yang benar."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait