Ada sejumlah fasilitas menarik yang akan dibangun oleh pemerintah di ibu kota yang baru. Tak hanya fasilitas untuk kegiatan pemerintahan namun juga penunjang seperti museum dan konservasi orang utan.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 17 Mei 2019 - 11:52 WIB
WowKeren - Pemerintah semakin serius mempertimbangkan rencana pemindahan ibukota baru ke luar Jakarta. Konsep tata ruang pun kian dimatangkan untuk segera merealisasikan rencana ini.
Meski belum ditentukan lokasinya, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas sudah mulai merinci pembagian tata ruang. Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menuturkan bahwa ibu kota baru rencananya akan memiliki luas sebesar 40 ribu ha sedangkan untuk pemerintahannya sendiri seluas 2 ribu ha.
Seperti di Jakarta, di dalam zona yang merupakan pusat pemerintahan tersebut nantinya akan dibangun istana negara, kantor lembaga pemerintahan dan juga bangunan strategis milik TNI Polri. Nantinya di sini juga akan dibangun taman budaya beserta botanical garden.
Sedangkan untuk yang di luar pusat pemerintahan, akan dibangun perguruan tinggi. Selain itu, akan ada juga museum yang bisa menjadi representasi ibukota nantinya.
"Kita akan bangun universitas bukan cuma buat tambah koleksi, tapi bisa jawab tantangan ke depan, itu yang akan di-cover universitas baru," tutur Bambang di Jakarta, Kamis (16/5). "Di dekat ibu kota itu juga selalu ada museum, nanti harus ada yang benar-benar representasi ibu kota negara."
Tak lupa pemerintah juga akan membangun taman nasional serta wilayah konservasi untuk melestarikan orang utan. Bahkan jika diperlukan, akan dibangun bandara dan juga pelabuhan.
"Karena wilayahnya Kalimantan, ada konservasi orang hutan dan bandara maupun pelabuhan kalau dibutuhkan," jelas Bambang. "Tapi kita tidak ingin jauh-jauh dengan kota yang sudah fungsional supaya itu tidak dibutuhkan lagi. Wilayah ini akan tumbuh dan kota ini akan berkembang."
Bambang kemudian memberikan contoh Brazil yang lebih dahulu memindahkan ibu kotanya. Saat awal dipindah, target jumlah penduduk Brazilia hanya sekitar 500 ribu namun kini jumlahnya di sana sudah mencapai lima kali lipat dari sebelumnya.
"Brazilia dulu awal 500.000 penduduk targetnya, sekarang sudah 2,5 juta," ujar Bambang. "Yang penting Brazilia saat itu tidak didesain untuk menyaingi Rio de Janeiro atau Sao Paulo."
(wk/zodi)