Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M Iqbal, mengungkap bahwa kelompok yang menunggangi Aksi 22 Mei dan memicu kerusuhan telah merencanakan aksinya sejak Oktober 2018.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 28 Mei 2019 - 15:07 WIB
WowKeren - Pihak kepolisian diketahui baru saja mengungkap kelompok-kelompok yang merancang kerusuhan Aksi 22 Mei. Polisi juga telah menetapkan 6 orang sebagai tersangka kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dalam kerusuhan tersebut.
Menurut Polri, kelompok tersebut diperintahkan untuk membunuh 4 tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M Iqbal, pun mengungkap bahwa mereka telah merencanakan aksinya dengan baik sejak Oktober 2018.
"Ada kelompok yang sengaja menunggangi aksi demo ini. Tadi ada kelompok teroris yang ingin menunggangi," ungkap Iqbal dalam konferensi pers di Gedung Kemenko Polhukam pada Senin (27/5). "Sutradara secanggih Hollywood pun tidak dapat merancang ini."
Tak hanya itu, Iqbal juga mengungkap bahwa kelompok tersebut rupanya sudah biasa melakukan aksi dengan senjata api. Pihak pemberi perintah tentu tidak akan menugaskan para tersangka apabila mereka tak profesional.
"Jadi begini, kelompok ini sudah sangat profesional," tutur Iqbal. "Tidak mungkin juga yang tidak pernah menggunakan (senjata api) diberi tugas. Sehingga mereka mencari momentum yang tepat."
Rupanya, para tersangka sudah sempat memetakan aksi mereka. Beruntung, rencana tersebut dapat terlacak dan digagalkan oleh polisi.
"Walaupun sudah di-mapping, ya alhamdulillah, Tuhan YME memberikan kekuatan kepada petugas. Sehingga konsep preventive strike berhasil," jelas Iqbal. "Ini kita akan ungkap pelaku, dan kita lakukan proses hukum secara tegas, siapa pun di belakang aksi itu. Bisa naik lagi naik lagi."
Sementara itu, Menko Polhukam Wiranto mengaku bahwa dalang kerusuhan dalam Aksi 22 Mei telah diketahui. Namun ia enggan untuk mengungkapkannya dan meminta publik menunggu hasil pemeriksaan polisi.
Tak hanya itu, Wiranto juga mengungkap bahwa rencana pembunuhan terhadap para tokoh nasional sudah ada sejak dulu. Ia pun bersyukur pada para aparat keamanan yang berhasil meringkus para pelaku.
(wk/Bert)