Kondisinya Disebut Paling Parah, Keluarga Markus Ali Korban Pemukulan Oknum Brimob Sulit Dicari
Nasional
Aksi Massa 22 Mei 2019

Markus Ali diduga merupakan pemuda yang terekam dalam video viral pemukulan oleh oknum Brimob kala kerusuhan Demo Pilpres pada 23 Mei 2019 lalu. Kini ia masih dirawat di RS Polri.

WowKeren - Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) kesulitan mencari keberedaan keluarga kliennya, Markus Ali. Markus diduga merupakan pemuda yang terekam dalam video viral pemukulan oleh oknum Brimob kala kerusuhan Demo Pilpres pada 23 Mei 2019 lalu.

Menurut kuasa hukum Markus, Falis Aga Triatama, keluarga yang ditangani oleh KontraS baru kekasih Markus yang berinisial V. Falis pun menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan pencarian keluarga kliennya.


"Pertama, KTP (Kartu Tanda Penduduk) Markus tidak tahu ada di mana," tutur Falis dilansir Tempo, Senin (17/6). "Jadi sulit untuk mendatangi rumahnya berdasarkan KTP."

Falis menjelaskan bahwa V sudah berusaha menghubungi keluarga Markus lewat media sosial. Namun hingga saat ini, dirinya masih belum mendapat balasan.

"Ketiga, adanya pembatasan akses terhadap Markus," ungkap Falis. "Yang membuat kami kesulitan untuk menanyakan soal keluarganya yang ada di Jakarta maupun di kampung."

Sementara itu, tim dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) telah menjenguk sejumlah korban kerusuhan Aksi 22 Mei di RS Polri, Jakarta Timur. Bersama anggotanya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik juga sudah mengunjungi Markus.

Selain Markus, korban yang telah dijenguk oleh Komnas HAM adalah Akbar dan Abdul Halim. Ketiganya diduga menjadi korban kekerasan anggota Brimob saat dilakukan penyisiran terhadap para pelaku kerusuhan.

Namun, kondisi Markus disebut sebagai yang paling parah. "Markus belum bisa diajak bicara, kesehatannya belum memungkinkan untuk ditanya lebih mendalam," tutur Taufan pada Senin (17/6).

Sementara itu, dua korban lainnya sudah lebih baik. Abdul Halim yang berasal dari Pangkalpinang, Bangka Belitung, bahkan sudah diizinkan pulang namun masih menunggu dijemput keluarga.

"Yang Halim mau pulang hari ini," jelas Taufan. "Keluarganya kan belum diketahui."

Taufan juga mengaku bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapat data korban secara lengkap dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Ia menyampaikan pihaknya telah meminta ke Dinkes DKI dan akan berkoordinasi dengan Gubernur DKI, Anies Baswedan.

"Kita kan melakukan pencarian fakta, tim kita kan melakukan pencarian fakta. Mandat UU, masa harus dihalang-halangi untuk mendapatkan fakta," ujar Taufan. "Sama kayak polisi, minta data kan wajib dikasih, sama kayak Komnas HAM ini wajib kasih."

You can share this post!

Related Posts
Loading...