Menurut Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Dahnil Anzar Simanjuntak, rekonsiliasi diperlukan jika terjadi suatu konflik yang membuat rakyat menderita atau dikriminalisasi.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 28 Juni 2019 - 12:31 WIB
WowKeren - Seruan untuk melakukan rekonsiliasi antara Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto semakin menggema usai Mahkamah Konstitusi mengumumkan putusan hasil sidang gugatan Pilpres 2019. Namun, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno justru tidak melihat adanya urgensi dalam upaya rekonsiliasi ini.
Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa tidak perlu ada rekonsiliasi antar kedua calon pemimpin negara tersebut. Alasannya, Jokowi dan Prabowo tidak sedang terlibat dalam suatu konflik apapun. "Tidak perlu rekonsiliasi karena tidak ada konflik," kata Dahnil di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis (27/6).
Oleh sebab itu, Dahnil meminta pada awak media untuk tidak lagi menggunakan istilah tersebut. Rekonsiliasi bisa dilakukan manakala terjadi suatu konflik hingga membuat rakyat menderita. Atau ketika terjadi kriminalisasi.
Oleh sebab itu untuk kasus Jokowi dan Prabowo, langkah tersebut belum diperlukan. "Dalam konteks Pak Prabowo dan Pak Jokowi, saya pikir tidak ada yang perlu direkonsiliasi," tambah Dahnil.
Lebih lanjut, Dahnil menilai bahwa Jokowi dan Prabowo hanya perlu melakukan silaturahmi. Ia menuturkan bahwa Prabowo akan selalu membuka pintu lebar jika Jokowi ingin bersilaturahmi setiap saat.
Meski demikian, bukan berarti Jokowi yang terlebih dahulu harus mendatangi Prabowo. Bisa juga sebaliknya. Keduanya bebas untuk saling mengunjungi. Sayangnya, saat ini adalah waktu-waktu yang sibuk bagi keduanya.
"Pak Prabowo sangat terbuka kapanpun, beliau akan silaturahmi, tentu waktunya tergantung nanti. Karena kan Pak Jokowi kan sibuk beliau, Pak Prabowo juga sibuk dengan berbagai kegiatan," jelas politikus Partai Gerindra tersebut. "Sejak awal Pak Prabowo sangat terbuka saya pikir demikian dengan Pak Jokowi."
Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) sangat mendukung upaya rekonsiliasi. Sebab walau bagaimanapun juga, semangat persaudaraan harus tetap terjalin antar pemimpin negara.
(wk/zodi)