Mahasiswa Papua Demo Tuntut Kemerdekaan di Surabaya, Bentrok Hingga 6 Orang Diamankan Polisi
Nasional

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, bentrok massa unjuk rasa mahasiswa Papua dengan aparat keamanan terjadi lantaran mereka tidak memiliki izin.

WowKeren - Aliansi mahasiswa Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, pada Senin (1/7) pagi. Puluhan mahasiswa tersebut meneriakkan Papua Merdeka.

Dilansir detikcom pada Senin (1/7), para pendemo tersebut membawa sejumlah tuntutan. Salah satunya adalah meminta agar perusahaan tambang Freeport ditutup. "Papua Merdeka, Papua Merdeka. Freeport...tutup. Freeport tutup...Papua Merdeka," teriak salah satu orator aksi unjuk rasa tersebut.

Namun, aksi unjuk rasa tersebut sempat memanas karena massa ingin melanjutkan aksi ke Monkasel dan Grahadi. Bentrok dengan aparat keamanan pun terjadi lantaran para pendemo disebut tak memiliki izin.

"Bentrok antara massa dengan aparat tadi sempat terjadi karena massa ngotot ingin melanjutkan aksi ke Monkasel dan Grahadi," jelas Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran, dilansir Suara Surabaya pada Senin. "Tapi mereka tidak mengantongi izin dari kepolisian."

Akibatnya, sebanyak 5 hingga 6 orang peserta aksi diamankan dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Mereka diduga telah melakukan provokasi.


"Orang-orang yang diamankan ini akan dimintai keterangan karena diduga mereka melakukan provokasi," ungkap Sudamiran. "Tidak sampai ada massa aksi atau aparat kepolisian yang terluka karena bentrok tadi."

Menurut Sudamiran aksi para mahasiswa Papua ini akan diberi batas waktu lantaran tak berizin. Pihak kepolisian akan membubarkan aksi tersebut apabila aturan ini tidak diindahkan.

"Saat ini massa berhasil dilokalisir dan mereka masih orasi di depan asrama Jalan Kalasan," terang Sudamiran. "Kita tetap jaga jangan sampai ke Monkasel atau Grahadi."

Sementara itu, para peserta aksi mencoba menunjukkan solidaritas dengan meminta keenam rekan mereka untuk segera dibebaskan. "Kalau sampai pukul 09.00 WIB teman kami tidak dibebaskan, secara sukarela kami siap diangkut menggunakan mobil Dalmas untuk menyelamatkan teman kami," ungkap seorang orator.

Aksi para mahasiswa Papua tersebut membuat Jalan Kalasan, Pacar Keling, ditutup sementara. Para mahasiswa berunjuk rasa dengan duduk di jalan sambil dijaga ketat oleh petugas polisi dan TNI. Mobil water canon juga disiagakan untuk mengantisipasi aksi tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait