Sebelumnya JK sudah berbagi ilmu dengan Ma'ruf Amin mengingat sudah tidak mungkin JK maju kembali sebagai Wapres. Sementara nasib Susi di kabinet periode depan masih belum ditentukan.
- Wahyu
- Rabu, 03 Juli 2019 - 15:59 WIB
WowKeren - Masa pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla untuk periode 2014-2019 akan berakhir sebentar lagi. Tercatat masih ada sisa waktu 85 hari untuk jabatan menteri dan 105 hari untuk jabatan wakil presiden.
JK pun langsung ancang-ancang menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya sebagai RI 2. Salah satu yang menjadi tekadnya di akhir masa jabatannya adalah menyelesaikan masalah perekonomian negara.
Mantan Wakil Presiden RI di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY itu menilai ekonomi merupakan cikal-bakal beberapa masalah negara. Ekonomi pun merupakan sektor yang turut mendeterminasi politik yang baik dan damai. Oleh karena itu, menurutnya, masalah perekonomian Indonesia harus dituntaskan.
"Banyak masalah ekonomi yang harus diselesaikan," katanya ketika ditemui di Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/7). "Baik sekarang maupun masa yang akan datang."
Lebih spesifik, JK menyebut mencoba mencarikan solusi terkait besarnya defisit negara. Selain itu ada pula persoalan meningkatkan investasi serta ekspor di Indonesia.
Hal senada juga diungkapkan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti. Dalam keterangannya pada Rabu (3/7), Susi mengaku hanya tinggal memiliki waktu 85 hari lagi menjabat sebagai menteri di Kabinet Kerja Jokowi.
Menanggapi singkatnya sisa waktu tersebut, Susi bertekad untuk semakin gencar menangkap kapal-kapal yang menggelar operasi illegal fishing di perairan Indonesia. "Saya jadi menteri ya for a purpose (dengan tujuan tertentu). Makanya saya bilang 5 tahun, 4,5 tahun, saya sekarang (kerja) tinggal 85 hari kalau tidak ada reshuffle," katanya.
Ia pun berjanji akan mengerjakan seluruh tanggung jawabnya dengan lebih cepat lagi, "Jadi apa saja bisa saya kerjakan untuk mencapai yang terbaik. Saya akan lakukan. Makin mepet, makin kencang saya," tuturnya tegas.
Dalam kesempatan itu ia kembali menekankan tiga pilar yang selalu dijunjungnya ketika menjalankan amanah sebagai Menteri KP. Yaitu kedaulatan, keberlanjutan, dan kemakmuran. Bahkan, menurutnya, laut Indonesia juga berpotensi sebagai pemersatu bangsa.
Ia juga menilai laut Indonesia bisa menghidupi masyarakatnya. Namun hal itu baru akan tercapai melalui pendidikan yang harus dipikirkan pemerintah untuk mengarahkan masyarakat.
"KKP harus menjadi leading sector yang mengarahkan, meneriakkan," katanya, dilansir dari Suara. "Ikan itu sumber protein termurah. Laut itu sumber kekayaan yang renewable (bisa diperbaharui), yang bisa terus menerus ada dan banyak kalau kita jaga."
(wk/wahy)