Kosmetik menjadi kebutuhan yang cukup penting bagi wanita, tak hanya di Indonesia namun juga dunia sehingga kebutuhan akan kosmetik akan terus meningkat.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 03 Juli 2019 - 17:03 WIB
WowKeren - Kementerian Perindustrian menilai bahwa produk kosmetik Indonesia memiliki potensi untuk dijadikan sebagai komoditi ekspor yang bagus. Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengatakan bahwa jumlah ekspor kosmetik dan obat tradisional Indonesia kian meningkat dari tahun ke tahun. Adapun negara yang memiliki prospek bagus sebagai tujuan ekspor antara lain negara di Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.
"Oleh karena itu pasarnya luas dan potensi ekspor ke ASEAN, ke Afrika, Timur Tengah," kata Airlangga saat Pameran Industri Kosmetik dan Obat Tradisional di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Rabu (3/7). "Dan penjualan kosmetik kita mencapai US$ 556 juta dan ini lebih besar dari tahun lalu yang US$ 516 tahun 2017."
Selain itu, obat-obatan tradisional juga dinilai cukup memiliki prospek yang bagus di pasar domestik. Dikatakannya, selama triwulan I tahun 2019, produk obat tradisional mengalami peningkatan sebesar 8,12 persen. Nilai pertumbuhan itu jumlahnya setara Rp 21,9 triliun. "Nah ini industri produk obat-obatan ini tumbuh 8,12 persen atau Rp 21 triliun, ini pasar yang sangat besar," ujar Airlangga.
Tak hanya untuk pasar lokal, industri jamu tradisional juga sudah mula merambah ke ekspor meski jumlahnya belum seberapa. Untuk itu, perlu upaya untuk mendorong agar jamu tradisional Indonesia lebih dikenal di kancah internasional.
"Ini kalau jamu, consumer market perlu di-push lagi agar konsumen bisa membeli," tutur Airlangga. "Tapi kalau lihat ada beberapa yang orientasinya ekspor."
Kosmetik merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi kaum hawa. Tak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Oleh sebab itu menurut Airlangga, industri kosmetik ini akan terus tumbuh dibarengi dengan sejumlah faktor.
"Indonesia ini industri kosmetik dan wellness ini tidak ada batasannya," jelas Airlangga. "Jadi selama jumlah penduduk kita terus bertumbuh, daya beli konsumsi kita 50 persen dan yang jadi necessity (kebutuhan) bagi kaum wanita itu pasti kosmetik."
(wk/zodi)