Diketahui pemerintah melalui Kemenhub mencoba menurunkan harga tiket penerbangan murah (LCC) dengan menetapkan diskon sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA).
- Wahyu
- Jumat, 05 Juli 2019 - 11:31 WIB
WowKeren - Melambungnya harga tiket pesawat, termasuk tiket pesawat penerbangan murah atau Low Cost Carrier (LCC) menjadi polemik tersendiri di Indonesia. Pemerintah pun mencoba melakukan berbagai cara untuk menurunkan harga tiket ini, salah satunya dengan mencoba mengundang maskapai asing ke dalam dunia penerbangan Indonesia.
Namun rupanya peran aktif pemerintah ini ditanggapi negatif oleh Chief Executive Officer (CEO) AirAsia Tony Fernandes. Ia menilai pemerintah tidak perlu banyak mengatur maskapai terkait dengan kenaikan harga tiketnya. Sebab menurutnya keterlibatan pemerintah justru akan mematikan bisnis penerbangan.
"Saran saya adalah (pemerintah) jangan terlalu mengatur," kata Tony di Jakarta, Kamis (4/7). "Tapi lebih memfasilitasi. Biarkan pasar dan konsumen yang menentukan."
Ia menilai persaingan maskapai salah satunya soal penerapan harga tiket. Strategi bisnis tiap maskapai merupakan kunci untuk menerapkan harga yang sesuai dengan target pasarnya. Oleh karena itu, menurutnya, campur tangan pemerintah justru membuat maskapai kesulitan bertahan di industri penerbangan ini.
Namun kritikan ini rupanya berbuah komentar pedas warganet. Dilansir dari akun Instagram resmi iNews, beberapa warganet menuliskan komentar skeptisnya atas pernyataan Tony ini. Mereka menilai kritikan Tony hanya bentuk rasa khawatirnya atas kemungkinan persaingan antara AirAsia dengan maskapai asli Indonesia.
"Harga tiket mahal pemerintah salah, harga tiket diberi diskon pemerintah salah. Maumu apa sih nak?" tulis @mailando***.
"Ente yg jgn ngatur pemerintahan gue...enak di elu, mules mbacanya," kata @ajisund_***. "Yeuuuu elu ntar makin meraja lela... malah GARUDA YG MATI... DUASARRR MALING," imbuh @uppi_o***.
Sementara itu pemerintah tengah menggalakkan berbagai cara untuk menurunkan harga tiket ini. Salah satunya dengan mencoba mengundang maskapai asing untuk menciptakan iklim persaingan yang lebih sehat di industri penerbangan tanah air.
Namun niatan ini menuai tanggapan negatif dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Ia menyebut wacana itu tak perlu direalisasikan dalam waktu dekat karena sudah ada maskapai asing yang diperbolehkan melayani penerbangan domestik di Indonesia.
"Kan sudah ada itu, AirAsia sudah lama di sini," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Selasa (2/7). "Sampai saat ini belum tahu (ada maskapai asing lain lagi). Kita kasih saja dulu ke AirAsia. Ngapain buru-buru?"
(wk/wahy)