Mendatangkan maskapai asing dalam industri penerbangan di Indonesia merupakan salah satu opsi untuk mengatasi mahalnya harga tiket pesawat yang dikeluhkan masyarakat.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 02 Juli 2019 - 16:55 WIB
WowKeren - Pemerintah beberapa waktu lalu sempat menggulirkan wacana untuk mendatangkan maskapai asing dalam industri penerbangan Indonesia. Namun sepertinya wacana tersebut belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ikut menanggapi wacana tersebut. Menurutnya, pemerintah tak perlu terburu-buru mewujudkan hal itu. Sebab, saat ini sudah ada maskapai asing yang diperbolehkan melayani penerbangan domestik di Indonesia.
"Kan sudah ada itu, AirAsia sudah lama di sini," tutur Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (2/7). "Sampai saat ini belum tahu (ada maskapai asing lain lagi). Kita kasih saja dulu ke AirAsia. Ngapain buru-buru?"
Sebelumnya, Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian berencana membahas masalah ini dengan memanggil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Mereka akan mempertimbangkan apakah akan membuka pintu bagi maskapai asing untuk membuka jalur domestik atau tidak.
Adapun mengundang maskapai luar untuk ikut bermain di industri penerbangan Indonesia adalah salah satu upaya untuk menurunkan harga tiket pesawat seperti yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat saat ini. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono.
"Jadi, kita harus review atau evaluasi. Jangan salah lho, itu hanya salah satu opsi. Efisiensi harga avtur, leasing, masalah-masalah biaya itu akan kita bicarakan," kata Susiwijono dilansir dari SindoNews. "Itu kalau bisa kasih insentif fiskal, nanti kita panggil Menteri Rini dan Menteri Budi untuk membahas bersama-sama maskapai asing."
Opsi untuk mendatangkan pemain baru di penerbangan Indonesia sebelumnya pernah diutarakan oleh Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi. Jokowi menilai bahwa tingkat kompetisi dalam industri penerbangan nusantara masih relatif rendah. Inilah yang menyebabkan mahalnya harga tiket pesawat.
(wk/zodi)