Luhut Sebut Subsidi BBM Untuk Kendaraan Membengkak, Pemerintah Atur Strategi Demi Temukan Solusi
maritim.go.id
Nasional

Menko Marives Luhut menyebut bahwa saat harga minyak dunia melambung tinggi, subsidi BBM akan menjadi bengkak. Pemerintah pun harus memutar otak mencari solusi agar APBN tidak ikut membengkak.

WowKeren - Pemerintah diketahui memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat Indonesia, baik pengguna mobil maupun motor. Saat ini, pemerintah diketahui memberikan subsidi BBM untuk mobil sebesar Rp19,2 juta per tahun. Sementara untuk setiap motor mendapatkan subsidi sebanyak Rp3,7 juta per tahun.

Akan tetapi, menurut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan subsidi BBM yang diberikan pemerintah itu sangatlah tinggi. Sementara harga minyak dunia diprediksi akan melambung tinggi, sehingga subsidi BBM dinilai akan semakin bengkak.

"Berdasarkan catatan kami, harga BBM seperti sekarang, subsidi BBM mobil berpenumpang diperkirakan mencapai Rp19,2 juta mobil per tahun. Mobil itu ada subsidi yang diberikan," ujar Luhut dalam keterangannya, dilihat Jumat (15/7).

"Untuk sepeda motor diperkirakan Rp3,7 juta per motor per tahun," lanjut Luhut. "Jadi Anda bayangin, kalau sekarang sepeda motor ada Rp136 juta, hitung saja berapa subsidinya itu."


Luhut pun mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menghitung apa saja yang bisa dikurangi dari penggunaan subsidi BBM tersebut. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyaluran subsidi BBM tidak tepat dan membuat APBN jebol.

Adapun jalan keluar lain yang bisa dilakukan pemerintah menurut Luhut adalah dengan terus mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi konsumsi BBM dalam jangka panjang. Hal ini juga sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo.

"Oleh karena itu, kami sekarang sudah diminta Presiden menghitung semua yang bisa kita kurangi dari penggunaan (subsidi) bensin itu, kita gunakan ke elektrik," jelas Luhut.

Selain itu, Luhut mengatakan bahwa pihaknya juga ingin mengusulkan pembuatan sejumlah pilot project kendaraan EV (electric vehicle) atau kendaraan listrik. Hal ini nantinya disebut bisa dikonversi dengan baterai listrik buatan dalam negeri.

Luhut pun menuturkan bila proyek tersebut bisa terealisasi dalam kurun waktu 2,5 tahun akan menjadi hal bagus. Di samping itu, ia mengungkapkan bahwa pemerintah sangat serius dalam menyediakan berbagai regulasi untuk mendukung terciptanya ekosistem kendaraan listrik. Adapun aspek yang didorong di antaranya aspek teknis, insentif, hingga pembiayaan.

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait