Menko Marives Luhut Sempat ke Rusia, Bawa Kabar Soal Perang di Ukraina
maritim.go.id
Nasional
Konflik Rusia dan Ukraina

Konflik yang saat ini disebut sebagai perang antara Rusia dengan Ukraina hingga kini tampaknya masih menjadi sorotan dunia. Di sisi lain, Menko Marives belum lama ini berkunjung ke Rusia.

WowKeren - Konflik, bahkan yang kini telah disebut sebagai perang antara Rusia dengan Ukraina hingga kini belum juga berakhir. Belum lama ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) Luhut Binsar Pandjaitan diketahui sempat berkunjung dan berbincang dengan salah satu pemimpin Rusia.

Setibanya di Indonesia, Luhut membawa kabar terkait dengan perkembangan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Menurutnya, perang tersebut belum diketahui kapan pastinya akan berakhir.

"Dunia juga dihadapkan pada perang Ukraina dengan Rusia. Kalau Anda lihat perang Ukraina dan Rusia ini kemarin saya di Rusia, Moskow, saya berbicara dengan Deputy Prime Minister-nya, kita juga bicarakan soal ini, belum ada kepastian kapan akan selesai," ujar Luhut dalam acara Silahturahmi Nasional PPAD dalam tayangan YouTube PPAD TNI, Jumat (5/8).

"Jadi Ukraina war (perang) dengan Rusia, kita belum tahu kapan akan selesai," lanjut Luhut. Luhut kemudian menyampaikan bahwa kunjungannya ke Rusia itu atas dasar arahan dari Presiden Joko Widodo dan membawa misi.


Adapun misi yang dimaksud Luhut adalah mencoba untuk mengatasi defisit negara yang Rp502 triliun dengan beberapa langkah yang menurut pemerintah hasilnya sangat baik. Hal ini pun juga telah dilaporkan kepada Jokowi.

Di samping itu, Luhut mengatakan bahwa perang Rusia dan Ukraina itu memiliki dampak signifikan bagi perekonomian dunia. Di antaranya adalah telah memicu kenaikan harga energi dan pangan.

Maka dari itu, Indonesia harus lugas dalam hal membuat policy ekonomi, sehingga keadaan ekonomi di Tanah Air yang saat ini baik bisa dipertahankan terus ke depan.

Terkait dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, diketahui bahwa pada kuartal II-2022 dilaporkan tumbuh sebesar 5,44 persen dibanding tahun sebelumnya (year-on-year atau yoy). Bila dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, (quarter-to-quarter atau qtq), ekonomi Indonesia tumbuh 3,72 persen.

Dengan begitu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan bahwa Indonesia tidak akan masuk ke dalam jurang resesi seperti beberapa negara lainnya. Tidak hanya itu, bahkan ekonomi Indonesia disebut meroket di atas ekspetasi banyak pihak.

(wk/tiar)

You can share this post!

Artikel Terkait