Masyarakat bereaksi keras atas penempelan stiker tulisan tersebut. Sentimen negatif inilah yang dikhawatirkan DPR dapat mempengaruhi kelangsungan bisnis Garuda Indonesia ke depan.
- Wahyu
- Selasa, 09 Juli 2019 - 15:59 WIB
WowKeren - Pemberangkatan jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama di Bandara Adi Soemarmo, Solo pada Minggu (7/7) kemarin diiringi banyak kontroversi. Pasalnya di salah satu sisi badan pesawat milik Garuda Indonesia itu terpasang tulisan "Terima Kasih, Pak Jokowi".
Setelah menuai banyak komentar pedas dari warganet, bahkan beberapa pihak pun menyarankan agar Direktur Utama (Dirut) PT. Garuda Indonesia dipecat karena masalah ini, kali ini reaksi keras ditunjukkan oleh DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Abdul Wachid pun mengaku akan memanggil Garuda untuk dimintai keterangan.
Abdul mengaku khawatir hal itu akan mengundang sentimen negatif masyarakat dan dapat berpengaruh pada keberlangsungan bisnis perseroan tersebut. Apalagi di tengah polarisasi masyarakat yang belum mereda pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
"Sebagian masyarakat masih belum bisa menerima hasil Pilpres karena terkait dengan kecurangan-kecurangan," katanya, Senin (8/7). "Kalau Garuda sebagai sebuah perusahaan memunculkan keberpihakan seperti itu, apa nanti tidak khawatir ada penumpang yang, katakanlah, tidak percaya kepada pemerintah (lalu) naik maskapai lain."
Selain untuk meminta penjelasan terkait tulisan tersebut, ia dan jajaran Komisi VI lainnya berniat memanggil Garuda untuk menyelesaikan masalah laporan keuangan. Untuk diketahui, laporan keuangan milik maskapai penerbangan pelat merah itu tengah menjadi perbincangan karena diduga ada rekayasa.
"Kami khawatir ke arah sana (soal bisnis). Kami akan panggil untuk minta penjelasan. Apalagi Garuda sekarang ini sedang ramai masalah kemarin, laporan keuangan kan," tuturnya, dilansir dari Tirto, Selasa (9/7). "Saya tidak sependapat dengan tulisan seperti itu dan alangkah baiknya itu tidak dilakukan oleh orang-orang BUMN."
Sebelumnya diberitakan proses pelepasan kloter pertama jemaah Haji 1449 H / 2019 menjadi kontroversi. Selain karena penempelan ucapan "Terima Kasih, Pak Jokowi" di sisi badan pesawat, beberapa ritual yang dilakukan seperti pecah kendi pun dinilai tidak sesuai dengan budaya Islam.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan alasan penempelan stiker tersebut. Menurutnya stiker itu ditempelkan karena Jokowi sudah direncanakan untuk ikut melepas keberangkatan jemaah tersebut.
Namun sayangnya ada perubahan jadwal sehingga mantan Wali Kota Solo itu batal mengikuti acara pelepasan. Padahal ucapan terimakasih tersebut sudah terlanjur dibuat untuk hari pelepasan. "Pelepasan penerbangan pertama tersebut juga diikuti dengan acara pelepasan secara budaya, (yaitu) pecah kendi," terangnya, Senin (8/7).
(wk/wahy)