Sebelumnya Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyarankan agar Partai Politik dengan sedikit perwakilan di DPR tak diberikan jatah kursi lebih banyak di kabinet.
- Wahyu
- Jumat, 12 Juli 2019 - 15:54 WIB
WowKeren - Penyusunan kabinet kerja tentu diikuti dengan "rebutan jatah" oleh partai-partai politik pendukung Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin. Sejumlah Parpol pun dengan terang-terangan sudah mengajukan angka kursi yang mereka harapkan dalam kabinet 2019-2024.
Menanggapi situasi tersebut, partai Nasional Demokrat (NasDem) ikut angkat bicara. NasDem mengaku menyetujui saran Wakil Presiden Jusuf Kalla agar Parpol dengan sedikit kursi di DPR tak mendapat jatah kursi lebih banyak di kabinet. Namun NasDem juga menegaskan pentingnya profesionalisme dalam pemilihan menteri.
"Warna kebangsaan dan keterwakilan wilayah serta antargenerasi menjadi masukan penting bagi Pak Jokowi," kata Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G Plate, Jumat (12/7). "Dan tentu di atas syarat tersebut, profesionalisme calon anggota kabinet menjadi titik temu dan titik simpul semua persyaratan di atas."
Namun tak hanya soal profesionalisme, Johnny juga mengungkap pentingnya mempertimbangkan soal proporsional anggota kabinet. Selain itu, tutur Johnny, Jokowi juga harus mempertimbangkan kompetensi calon menteri.
"Jumlah kursi kabinet dan anggota kabinet diserahkan pada Pak Jokowi yang akan memutuskannya (namun) kami mendukung saran Pak JK sebagai masukan dan pertimbangan Pak Jokowi," katanya, dilansir oleh Detik News. "Asas proporsionalitas tentu baik dan tentu dengan tetap memperhatikan kompetensi calon anggota kabinet."
Sebelumnya JK menyarankan Jokowi untuk mempertimbangkan harmonisasi wilayah, suku, agama, dan politik dalam menyusun kabinet. Ia juga menyarankan Parpol dengan perwakilan yang sedikit di DPR tak mendapat jatah lebih banyak di kabinet.
"Jadi tidak saja asal partai, ndak. Harus ada harmonisasi," kata JK saat mengisi kuliah umum kepada peserta Diklat Lemhannas di Istana Wakil Presiden, Kamis (11/7). "Baik dari harmonisasi antarwilayah dan suku, agama, politik."
"(Selain itu) harmonisasi dalam tingkat kemampuan, profesionalisme (juga penting)," imbuhnya. "Itulah baru bisa terjadi suatu yang dapat didukung semua pihak, didukung oleh seluruh rakyat."
Sementara itu Jokowi mengaku sudah mengantongi nama-nama yang berpotensi menduduki kursi kabinet. Namun ia tetap mempersilakan setiap Parpol untuk menyodorkan nama kader yang dinilai pantas masuk kabinet.
(wk/wahy)