Penyediaan infrastruktur jaringan pipa air bersih belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat DKI. Anies mengungkap bahwa yang harus membayar air lebih mahal justru masyarakat dari kalangan kurang mampu.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 24 Juli 2019 - 12:13 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sempat curhat dan mengungkapkan persoalan air bersih di Ibu Kota. Rupanya, penyediaan infrastruktur jaringan pipa air bersih belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Anies menjelaskan bahwa masyarakat yang belum dijangkau oleh pipa air bersih harus mengeluarkan biaya Rp 600 ribu per bulan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. "Kalau lihat harganya mereka menghabiskan uang Rp 600 ribu per bulan. Sementara yang berlangganan air pipa, air minum itu Rp 120-150 ribu," terang Anies pada Selasa (23/7).
Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa jaringan pipa air bersih baru mencakup 57 persen wilayah DKI Jakarta. Ironisnya, yang harus membayar air lebih mahal justru masyarakat dari kalangan menengah ke bawah alias kurang mampu.
"Yang terlayani dengan pipa baru sekitar 57 persen," ujar Anies. "Ini salah satu tantangan kita, bahwa bagi masyarakat yang secara sosial ekonomi rendah, dia terpaksa membayar lebih tinggi untuk air minum dibandingkan dengan masyarakat yang sudah lebih sejahtera."
Oleh sebab itu, Anies mengaku pihaknya akan berusaha guna membuat jaringan pipa air bersih terjangkau seluruh lapisan masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan mengambil alih penyediaan pipa air dari pihak swasta.
"Ketika privatisasi dilakukan, tahun 1997 jangkauan air pipa di Jakarta 45 persen. Private sector berencana dalam 25 tahun membangun menjadi 82 persen jangkauannya," tutur Anies. "Dan 25 tahun itu adalah tahun 2023 ini. Sampai dengan tahun ini yang tercapai itu baru 57 persen."
Dengan demikian, pihak swasta hanya mampu menambah jangkauan pipa air sekitar 12 persen selama 22 tahun terakhir. Anies pun lantas menegaskan bahwa hal ini tidak cukup.
"This is not enough," tegas Anies. "Dan ke depan tidak mungkin dalam waktu 3 tahun mereka investasi untuk menyelesaikan itu."
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diharapkan dapat mengambil alih penyediaan pipa air bersih ini. Anies mengaku bahwa kini pihaknya tengah bernegosiasi dengan pihak swasta.
"Proses negosiasi dan lain-lain sedang berjalan, mudah-mudahan bisa segera tuntas," pungkas Anies. "Kalau itu bisa kita lakukan maka baru kita bicara tentang pasokannya."
(wk/Bert)