Media Korea TenAsia mencoba mengulik informasi lebih detail mengenai bangunan milik Daesung yang dilaporkan menjadi tempat bisnis ilegal yaitu servis dari wanita penghibur.
- Chusnul Chotimah
- Jumat, 26 Juli 2019 - 08:03 WIB
WowKeren - Daesung menjadi sorotan publik menyusul laporan eksklusif acara jurnalisme "News A" pada Kamis (25/7). Laporan menyebutkan bahwa bangunan yang dibeli member Big Bang pada 2017 seharga 31 miliar won (sekitar Rp 367 miliar) itu dijadikan tempat pelacuran.
"News A" melaporkan bahwa lima lantai di gedung itu, bertentangan dengan apa yang dilaporkan dalam daftar gedung resmi, menjadi tempat bisnis hiburan orang dewasa. "News A" lebih lanjut melaporkan bahwa beberapa bisnis itu menyediakan servis dari wanita penghibur.
Pasca laporan "News A", ketertarikan terhadap bangunan milik Daesung ini menjadi semakin meningkat. Media Korea TenAsia mencoba mengulik informasi lebih detail mengenai bangunan yang terletak di jantung distrik Gangnam tersebut.
Bangunan milik Daesung terletak di pusat Hakdong, di persimpangan stasiun 3 arah sekitar 660 meter dari stasiun Apgujeong di jalur Bundang. Di sekitar persimpangan Hakdong ada apartemen, sekolah, bank, ruang pernikahan, taman, klinik bedah plastik, kedai kopi, restoran, teater dan ruang konser. Semua dikategorikan sebagai distrik komersial yang menjanjikan.
Ada Starbucks di lantai pertama gedung dengan papan iklan outdoor di atap yang juga menghasilkan pendapatan terpisah. Daesung membeli gedung tersebut pada tahun 2017 menggunakan pinjaman bank dan sejauh ini menambahkan sekitar 14 miliar won (sekitar Rp 165,7 miliar) dalam ekuitas (setoran pemilik dan sisa laba yang ditahan).
Penghasilan sewa bulanan dilaporkan sekitar 100 juta won (sekitar Rp 1,18 miliar). Biaya sewa bangunan diprediksi akan terus meningkat karena jalur kereta Warye-Sinsa yang dijadwalkan akan dibuka di area tersebut pada 2026 mendatang.
Menurut agen real estat, tidak mungkin Daesung tahu kompleks itu digunakan sebagai tempat kegiatan ilegal ketika bisnis mulai beroperasi pada 2005. Saat itu Daesung hanya meninjau "detail sewa" sebelum membeli.
"Daesung adalah pemilik bangunan tapi dia sama sekali tidak berafiliasi dengan bisnisnya. Dia berpikir bahwa bisnis beroperasi karena mereka mengatakan mereka memiliki izin usaha. Kami akan memeriksa apakah kegiatan bisnis ilegal sedang berlangsung dan membatalkan sewa kami dengan penyewa yang melanggar hukum," ujarnya.
Namun kontroversi berkembang karena pemilik bertanggung jawab untuk memelihara bangunan mereka. Bahkan jika Daesung tidak tahu, sebagai pemilik, ia tidak akan bisa menghindari tanggung jawab hukum.
(wk/chus)