Sebelumnya, Ketua Fraksi NasDem Bestari Barus meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk mengurusi masalah sampah di Jakarta, yang mana anggarannya mencapai Rp 3,7 triliun.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 31 Juli 2019 - 13:25 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi ramainya perbincangan mengenai persoalan sampah di ibu kota. Sebelumnya, anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus menyinggung pengelolaan sampah di Jakarta yang masih kurang meskipun sudah memiliki anggaran yang cukup besar.
Anies menegaskan bahwa tidak ada pengelolaan sampah di Jakarta sebelum masa pemerintahannya. Contohnya pengelolaan ITF (Intermediate Treatment Facility) yang baru dibangun di era pemerintahannya.
"Sebetulnya beliau Bapak Bestari itu menceritakan pengelolaan sampah selama ini," kata Anies di Jakarta Pusat, Rabu (31/7). "Saya sedang mengubah. Sebelum saya bertugas tidak ada pengelolaan ITF (Intermediate Treatment Facility)."
Lebih jauh, Anies juga menyinggung gubernur-gubernur DKI Jakarta sebelum dirinya. "Jadi Pak Bestari itu membicarakan Jakarta, yang dia ikut tanggung jawab (pemerintah) kemarin. Jadi yang dikatakan pak Bestari mungkin maksudnya nyerang gubernur sekarang tapi malah justru nyerang gubernur-gubernur yang sebelumnya," tegas Anies.
Seperti diketahui, TPST Bantargebang yang ada di Bekasi saat ini sudah kelebihan kapasitas. Untuk itu, Anies berencana agar pengelolaan sampah dilakukan di dalam kota. Di lain sisi, pembangunan ITF untuk mengelola sampah belum selesai.
Mengelola sampah, dikatakannya, bisa dimulai dari mengubah kebiasaan. "Kita mau mengelola. Mengelola itu artinya dari mulai sumbernya sudah mulai ditata," kata Anies.
Meski demikian, Anies belum menjelaskan secara detail bagaimana pengelolaan yang dimaksud. Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan roadmap. "Saya akan melakukan perubahan dan roadmap-nya sedang disiapkan. Begitu roadmap-nya selesai, dijalankan," ungkapnya.
Sebelumnya, Bestari sempat membandingkan sistem pengelolaan sampah di Jakarta dan Surabaya. Sementara itu, Wali Kota Tri Rismaharini yang mendengar anggaran pengelolaan sampah Jakarta mencapai Rp 3,7 triliun cukup kaget.
"Kalau di Surabaya hanya menghabiskan dana Rp 30 miliar. Karena kita menghemat biaya-biaya yang tidak perlu," terang Risma. "Kita juga punya rumah-rumah kompos dan berhati-hati untuk menimbang sampah."
(wk/zodi)