Polisi membenarkan pernah ada pencurian terhadap bagian bus TransJakarta yang terbengkalai di lahan kosong yang ada di Bogor. Hal itu terjadi pada 2018 lalu.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 01 Agustus 2019 - 11:17 WIB
WowKeren - "Kuburan massal" yang menampung ratusan bus TransJakarta di lahan kosong di Jalan Nusantara II, Kecamatan Dramaga, Bogor rawan menjadi target pencurian. Pihak kepolisian membenarkan jika pernah terjadi pencurian terhadap beberapa sparepart bus.
Hal tersebut seperti dikemukakan oleh Kapolsek Dramaga AKP Budi Santoso. Meski rawan pencurian, namun polisi tidak memberikan pengamanan khusus pada lahan tersebut. "Ada beberapa kasus barang pada bus yang hilang. Kejadiannya pada pertengahan tahun 2018," Kata Budi dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (1/8).
Kala itu, pelaku berhasil ditangkap oleh warga setempat. "Waktu itu kita dapat laporan dari beberapa warga yang menangkap langsung satu pelaku di tempat, lalu diserahkan (ke polisi), dan kami selidiki lebih lanjut," lanjut Budi.
Dari penyelidikan yang dilakukan, diketahui bahwa pencuri mencuri sparepart dari sejumlah bus. Selain itu polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa gunting pemotong kabel dan tembaga hasil curian. Pelaku pun diproses secara hukum.
"Di situ langsung kita tangkap, dan P 21 (Pemberitahuan bahwa Hasil Penyidikan sudah Lengkap)," jelas Budi. "Selanjutnya pelaku langsung diproses pengadilan ke kejaksaan."
Meski demikian, Budi menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan sebatas patroli di lahan tersebut. Sebab, pemilik lahan bus sendiri belum pernah meminta polisi untuk melakukan pengawasan khusus. "Kita hanya melakukan patroli rutin aja di daerah lokasi seperti biasa, karena dari pihak yang punya lahan juga punya keamanan sendiri, ya, saya rasa," terang Budi.
Sejak pencurian sparepart yang terjadi pada 2018 itu, belum ada laporan lagi terkait kasus yang sama. "Belum ada laporan terkait pencurian (bus TransJakarta) lagi hingga tahun ini," imbuhnya.
Adapun ratusan bangkai bus tersebut merupakan bagian dari proyek pengadaan bus TransJakarta pada 2013 lalu. Namun, proyek tersebut sempat bermasalah. Pemprov DKI pun berniat menggugat para perusahaan yang terlibat dalam proyek pengadaan tersebut untuk meminta kembali uang muka yang sudah dibayarkan.
(wk/zodi)