Meski listrik di bandara Soetta sempat padam nyatanya semua penerbangan tetap berjalan normal dan tidak ada gangguan. Hal ini dikonfirmasi sendiri oleh Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta.
- Wahyu
- Senin, 05 Agustus 2019 - 13:35 WIB
WowKeren - Di tengah ramainya pemadaman listrik yang terjadi di Jakarta dan Jawa Barat PT Angkasa Pura II (Persero) mengatakan bahwa tidak ada penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta yang tertunda akibat listrik padam di wilayah Jabodetabek pada hari Minggu (4/8).
Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta Febri Toga Simatupang menyebutkan jika pasokan listrik di Bandara Soetta tengah dalam kondisi normal. Ia mengatakan sistem kelistrikan di Bandara Soetta dipasok oleh empat gardu listrik dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang disalurkan ke Main Power System (MPS) milik AP II.
Selain itu, seluruh kebutuhan kelistrikan pun di backup generator set (genset) serta Unit Power Supply (UPS). "Sempat terkena dampak gangguan dari PLN. Tetapi langsung ter-backup oleh 17 genset, sehingga kebutuhan listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta aman terkendali," jelas Febri.
Keempat gardu listrik yang dimaksudkan meliputi Jakarta Internasional Airport Cengkareng (JIAC) atau Gardu Induk Cengkareng I, Gardu Induk Cengkareng II, Gardu Induk Teluk Naga Tangerang, dan Gardu Induk Tangerang lama.
Dengan demikian operasional layanan yang ada di Bandara terbesar di Jakarta itu tidak akan terganggu. Baik layanan untuk penerangan maupun sistem komputerisasi di terminal serta di sisi udara (air side). "Kondisi operasional normal, tak ada layanan yang terganggu," ujar Febri.
Seperti yang diketahui, sejumlah wilayah di Jabodetabek mengalami pemadaman listrik yang dimulai sekitar pukul 11.50 WIB pada Minggu (4/8). Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka menyebut jika gangguan transmisilah yang menyebabkan listrik padam di Jabodetabek, sebagian Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Pemadaman listrik yang terjadi diketahui telah mengganggu perjalanan sejumlah layanan transportasi umum seperti KRL dan MRT. KRL Commuter Line terpaksa menghentikan perjalanan, disusul LRT yang mengaku kebutuhan listrik dari genset hanya bisa memenuhi kebutuhan di stasiun, bukan gerak kereta. Sementara itu terdapat empat rangkaian MRT yang terjebak dalam perjalanan di bawah tanah ketika listrik padam.
(wk/wahy)