Ratusan warga menggelar Istigasah dan doa bersama di Kaki Gunung Tangkuban Parahu. Mereka berharap agar kondisi gunung dapat kembali normal seperti sedia kala.
- Wahyu
- Senin, 05 Agustus 2019 - 15:58 WIB
WowKeren - Ratusan warga gelar doa bersama di area pintu masuk Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Senin (5/8) pagi. Mereka berdoa untuk meminta keselamatan dan berharap agar kondisi gunung dapat kembali normal seperti semula.
Isak tangis para warga mulai terlihat saat ustadz Yandi yang memimpin acara Istigasah tersebut merapalkan doa. Sebagian besar warga yang merupakan pedagang di TWA Tangkuhan Parahu itu tampak khusyuk mengamini tiap doa yang dilantunkan.
Kegiatan doa bersama ini diawali dengan Salat Istagasah berjamaah sebanyak dua rakaat. Kemudian disusul dzikir dan tawasul bersama. "Tujuannya agar umat semakin dekat, tidak lari kemana-mana, agar mereka bertawakal," ujar Yandi.
"Kami (seluruh warga) berharap agar doa kami terkabul. Agar Tangkuban Parahu bisa kembali normal dan pedagang bisa kembali menjalankan rutinitasnya seperti biasa," lanjut ustadz Yandi.
Yandi juga mengungkapkan jika Salat Istigasah berjamaah juga pernah dilakukan di tempat yang sama pada tahun 2013 pasca terjadi erupsi. "Untuk yang saat ini MUI dan tokoh masyarakat yang meminta untuk dilaksanakan istigasah, alhamdulillah sekarang bisa terselenggara," ucap Yandi.
Ketua RW 6 Desa Cikole, Ishak Jeri mengatakan jika doa bersama ini juga diikuti oleh warga Kabupaten Subang. Ia juga menyebutkan jika warga yang datang mengikuti acara ini baru beberapa persen dari jumlah keseluruhan. "Pedagang dan penyedia jasa di Tangkuban Parahu itu ada sekitar 1200 orang, yang datang sekarang hanya beberapa persennya saja," jelas Ishak.
Sebelumnya, Gunung Tangkuban Parahu sempat mengalami erupsi pada Kamis (2/8) malam. Keesokan harinya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status gunung berapi tersebut yang awalnya berada di level 1 (normal) menjadi level 2 (siaga).
Akibat dari erupsi yang tersebut, aktivitas wisata di kawasan Tangkuban Parahu ditutup kembali. "Sebenarnya kalau masalah bencana, kami selalu diimbau agar tidak panik. Yang celaka itu yang panik, sekarang kami hanya bisa berserah diri saja kepada Yang Kuasa," tutur Ishak.
(wk/wahy)