Seekor harimau sumatera dewasa tertangkap kamera tengah berlarian di sekitar fasilitas pengumpul minyak milik Chevron di Minas, Kabupaten Siak, Riau pada Rabu (7/8) pagi.
- Elvariza Opita
- Rabu, 07 Agustus 2019 - 18:22 WIB
WowKeren - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Provinsi Riau berimbas ke berbagai sektor kehidupan. Selain mengganggu kesehatan masyarakat karena udaranya tercemar oleh asap, peristiwa ini pun membuat para penghuni hutan harus kehilangan habitatnya.
Hal inilah yang diduga melatarbelakangi seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) liar menyambangi daerah sekitar fasilitas minyak PT Chevron Pacific Indonesia di Kabupaten Siak, Riau, Rabu (7/8). Aktivitas satwa belang ini pun diabadikan dalam rekaman amatir oleh petugas keamanan.
Dalam video berdurasi 1 menit 19 detik itu terlihat harimau sumatera berlari di dekat pagar fasilitas Chevron. Video ini pun langsung ramai dibicarakan di media sosial.
Kabar ini pun dibenarkan oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, Suharyono. "Ya, sudah terkonfirmasi itu harimau sumatera. Muncul tadi pagi jam 07.00 WIB, hari ini (7/8)," jelasnya, dilansir oleh Republika.
Lebih lanjut, Suharyono mengaku telah menerima langsung laporan dari Vice President External Affairs Chevron, Hasim M Noor. Menurutnya video itu direkam oleh petugas keamanan di Kilometer 5 Jalan Lintas Timur Sumatera. Jalan ini terletak di dekat Fasilitas Stasiun Pengumpul atau Gathering Station (GS) 5 Chevron di Minas, Kabupaten Siak, Riau.
Menurut Suharyono, ini pertama kalinya satwa dilindungi tersebut terlihat jelas tengah berkeliaran di pagi hari di sekitar wilayah aktivitas manusia. Ia pun menduga kejadian itu dipicu oleh gangguan pada ekosistem dan lingkungan habitat harimau.
Untuk diketahui, karhutla di Riau memang semakin meluas sejak Juli 2019 lalu. Bahkan kabut asap pun tersebar ke daerah lain, salah satunya Kabupaten Siak.
"Ini karena habitat terganggu, apalagi kondisi alam seperti ini (karhutla) sehingga satwa ini keluar karena kondisi alam yang kurang nyaman," katanya. "Harapan saya jangan dia dianggap sebagai musuh."
Tim medis BKSDA dan dokter WWF menyebut harimau dewasa itu dalam kondisi yang sehat. Diduga masih berkeliaran di sekitar fasilitas Chevron, tim penyelamat satwa pun telah diterjunkan oleh BKSDA.
(wk/elva)