Salah satu program yang diusung oleh Presiden Jokowi mengalami hambatan. Hingga saat ini, Kartu Tani masih belum bisa digunakan oleh para petani terutama yang berada di wilayah Bandung.
- Wahyu
- Kamis, 08 Agustus 2019 - 14:30 WIB
WowKeren - Kartu Tani yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian RI pada 2018 masih belum bisa digunakan di Kabupaten Bandung Barat. Karena itu para petani hingga saat ini masih belum bisa mendapatkan pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani menjelang berakhirnya satu periode Presiden Jokowi.
Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bandung Barat, Asep Sofyan mengatakan jika para petani belum bisa menggunakan Kartu Tani di distributor pupuk yang telah tersedia mesin EDC (Electronic Data Capture). "Saat ini di KBB memang belum diimplementasikan, karena ini kan harus ada kesiapan dari bank, distributor, termasuk pengecer-pengecernya," ujar Asep.
Menurut Asep kartu tersebut belum tercetak secara keseluruhan. Dari target 23 ribu, kartu yang baru tercetak berjumlah 11 ribu dan baru didistribusi sekitar 8.000. Kartu yang sudah diterima petani itu pun masih belum bisa dipakai.
Asep juga menambahkan jika sejumlah pertemuan dengan berbagai pihak terkait Kartu Tani tersebut sudah digelar. Namun hingga kini masih belum ada kesepakatan kapan program tersebut bisa diimplementasikan.
"Tapi kalau tahun 2020, mau tidak mau program ini harus sudah berjalan. Ini bukan masalah pasokan pupuk bersubsidi di pusat, tapi di tingkat pengecer resmi di daerah juga harus sudah siap," jelas Asep.
Sejumlah kendala juga ditemukan saat di lapangan seperti masalah pendataan kelompok tani dan luas lahan garapannya. "Ketika tim mendata di lapangan, kerap dicurigai, ini memerlukan waktu untuk memberikan pemahaman," ujar Asep.
Belum lagi hambatan yang dialami saat memasukkan data petani ke dalam sistem. Untuk itu pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bandung tersebut merasa pesimis mengenai pendistribusian Kartu Tani yang harus dirampungkan seluruhnya pada tahun ini.
Berdasarkan data Sistem Penyuluhan Pertanian (Simultan), jumlah petani di Bandung Barat mencapai 40 ribu orang. Sementara itu, yang sudah tergabung di 1.865 kelompok tani hanya sekitar 28 ribu.
Sekedar informasi, Kartu Tani dapat digunakan untuk penukaran pupuk bersubsidi. Jumlah pupuk yang diterima akan disesuaikan dengan jenis tanaman dan luas lahan garapan, tidak lebih dari 2 hektare.
(wk/wahy)