Dinas Kesehatan Flores Timur mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap penularan virus rabies pada hewan peliharaan, tak hanya kucing dan anjing tapi juga kambing.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 09 Agustus 2019 - 16:43 WIB
WowKeren - Flores Timur merupakan kabupaten yang ditetapkan sebagai daerah endemis rabies. Dinas Kesehatan Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, mencatat kasus rabies marak terjadi sejak awal tahun hingga Juni 2019.
Namun yang mengejutkan kali ini adalah, penyakit tersebut tak hanya menjangkiti anjing atau kucing. Seekor kambing ditemukan juga terjangkit rabies. Hal itu diungkapkan oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Flores Timur Sudirman Kia.
"Ada satu kasus yang cukup mengagetkan kami," kata Sudirman dilansir dari Antara, Jumat (9/8). "Adalah kasus ditemukannya kambing ikut tertular rabies."
Kambing yang terjangkit penyakit rabies tersebut merupakan milik salah seorang pegawai Dinas Peternakan. Kala itu pemilik kambing melihat ulah kambingnya yang berperilaku tak sewajarnya dan memakan tanah. Sang pemilik pun langsung memotong hewan tersebut.
"Melihat itu pemiliknya langsung memotong hewan itu," kata Sudirman. "Dan kepalanya dikirim ke Bali untuk diperiksa."
Setelah dilakukan pemeriksaan, disimpulkan bahwa anjing tersebut positif terjangkit virus rabies. Kasus ini cukup mengejutkan karena pada umumnya virus rabies hanya ditemukan pada anjing dan kucing. "Setelah dicari tahu ternyata kambing itu pernah digigit oleh anjing rabies," ungkap Sudirman.
Untuk itu, Sudirman mengimbau agar warga selalu waspada dan memperhatikan perilaku hewan peliharaan mereka. Jika ada tanda-tanda yang mencurigakan maka diharap segera melapor ke petugas. "Selain itu mereka (warga) yang terkena gigitan anjing harap segera ke Puskesmas," lanjut Sudirman.
Agar virus tak menyebar luas, warga juga diminta untuk melakukan vaksinasi terhadap binatang peliharaan mereka. Tak hanya untuk anjing dan kucing, tapi juga kambing serta rusa.
Sebelumnya, seorang warga di Titehena dilaporkan meninggal akibat terkena gigitan anjing rabies. "Saya lupa namanya. Kebetulan saya lagi tidak di kantor. Tetapi ada satu korban gigitan anjing yang meninggal di wilayah Kecamatan Titehena," tutur Sudirman.
Hingga kini, pihak Dinkes mencatat sudah ada sekitar 948 orang yang terkena rabies akibat gigitan anjing. Banyaknya kasus warga terkena rabies membuat permintaan terhadap vaksin juga meningkat.
(wk/zodi)