Massa Aksi Demo di Gedung Senayan Alami Kekerasan Hingga Ditelanjangi Polisi
Nasional

Perbuatan aparat keamanan terhadap peserta aksi dinilai melanggar undang-undang karena melakukan tindak kekerasan pada warga negara yang hendak menyuarakan aspirasinya.

WowKeren - Ribuan kaum buruh dan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat alias Gerak menggelar aksi di kawasan sekitar Gedung DPR/MPR RI pada Jumat (16/8). Sayangnya, beberapa dari mereka ada yang ditangkap oleh aparat keamanan setelah sebelumnya sempat diadang dan disita alat komunikasinya.

Tak cukup sampai disitu, Pengurus Nasional Sentral Gerakan Buruh Akbar Rewako mengatakan bahwa bus yang hendak dipakai oleh para peserta aksi juga disita oleh aparat. Polisi telah berbuat sewenang-wenang dengan melakukan tindak kekerasan, mulai dari intimidasi hingga pemukulan.

Akbar mengatakan bahwa massa aksi hanya ingin menyuarakan pendapat mereka. Oleh sebab itu, ia meminta agar polisi segera melepaskan peserta aksi yang ditangkap.


"Aparat sudah berbuat sewenang-wenang kepada rakyat yang ingin menyuarakan pendapatnya," kata Akbar dilansir dari Suara, Jumat (16/8). "Kami meminta aparat segera melepaskan peserta aksi dari serikat buruh dan berhenti melakukan tindakan represif terhadap rakyat."

Sementara itu, tindakan represif juga dialami oleh peserta buruh yang ada di Bitung, Tangerang. Polisi telah menyita atribut serikat pekerja. Bahkan, sejumlah peserta aksi dari Federasi Serikat Buruh Karya Utama-Konfederasi Serikat Nasional (FSBKU-KSN) ada yang ditelanjangi oleh aparat keamanan. Akbar menilai apa yang dilakukan oleh polisi adalah tindakan melanggar hukum.

"Kami mempertanyakan dasar tindakan dari aparat terhadap kawan-kawan kami," kata Sekretaris Jendreral KASBI Unang Sunarno masih dilansir dari Suara. "Tindakan yang dilakukan aparat jelas melanggar amanat Undang-Undang Dasar mengenai kebebasan berpendapat."

Sementara itu Pengurus Konfederasi Serikat Nasional Supinah mengungkapkan bahwa polisi bahkan menangkap para para peserta aksi ketika mereka sedang berada di masjid saat hendak menunaikan salat jumat. Beberapa anggotanya juga mengalami tindak kekerasan dan dibawa oleh aparat. "Anggota kami ada yang ditonjok oleh Paspampres. Kami diminta untuk kumpul di suatu tempat dan beberapa anggota kami dibawa oleh aparat," ujar Supinah.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait