'Disemprot' KPAI, Duo Semangka Ngeles Video 'Mantul Mantul' Dikritik Vulgar
Musik
Dampak Video Seksi Duo Semangka

Duo Semangka diwakili pengacaranya, Salahudin Pakaya, mengungkap kalau sejauh ini tak tahu video mana yang diprotes KPAI karena dianggap vulgar dan bisa mempengaruhi anak untuk meniru gerakan sensual tersebut.

WowKeren - Duo Semangka angkat bicara soal kabar pemanggilan pihak Komisi Perlindungan Anak atau KPAI Indonesia. Sejauh ini, Clara Gopa dan Variola May seolah berkelit dan mengaku tak tahu video mana yang dimaksud oleh KPAI.

"Sampai saat ini kita nggak tahu dalam konten yang mana. Kita juga masih tidak menduga dan mengira-ngira kalau konten yang mana," ujar pengacara Duo Semangka, Salahudin Pakaya, pada detikHot. "Kita kan dipanggil kemarin (Senin, 19 Agustus) harusnya, cuma karena ada kesibukan sedikit kita minta waktu untuk diundur pemanggilan tersebut."


Sebelumnya, KPAI melayangkan surat pemanggilan pada Clara dan Variola. Menurut KPAI, video musik Duo Semangka, "Mantul Mantul", yang rilis 25 Januari 2019 tersebut terkesan vulgar.

Dalam video, Clara dan Variola tampak pamer dada besar. Keduanya juga memperagakan gerakan Goyang Semangka yang jadi ciri khas mereka. Tak cuma itu, Clara dan Variola sempat beradegan genit dengan seorang pria di video tersebut. Karena itu, KPAI merasa perlu berdialog dengan Duo Semangka perihal video musik mereka itu.

"KPAI melakukan telaah terhadap video yang di-upload oleh akun Duo Semangka Official di media sosial YouTube. Adapun beberapa video dimaksud diduga memiliki muatan tidak mendidik sehingga dikhawatirkan jika anak-anak melihatnya, rentan meniru konten tersebut, dan berdampak bagi upaya proses pembentukan karakter anak," demikian pernyataan resmi KPAI.

Ketua KPAI Susanto mengakui pihaknya memanggil Duo Semangka secara khusus. Susanto tak ingin nantinya video "Mantul Mantul" membuat anak-anak jadi melakukan hal-hal yang berbau pornografi.

"Memang ada sejumlah keluhan masyarakat atas video diduga dari Duo Semangka yang tidak sesuai dengan asas-asas kepatutan. Dikhawatirkan jika anak-anak melihat meniru yang bersangkutan," kata Susanto. "Karena usia anak yang mengakses media sosial sangat banyak. Ini juga harus menjadi tanggung jawab sosial semua pihak termasuk artis."

You can share this post!

Related Posts
Loading...